Universitas YARSI edukasi mahasiswa-siswa SMA terkait bahaya narkoba

Universitas YARSI melakukan edukasi mengenai bahaya narkoba kepada mahasiswa dan sejumlah siswa SMA di Jakarta melalui metode Gerakan Optimis Siswa yang Mandiri, Andal, Rasional dan Tangguh (GO SMART).

"Kegiatan GO SMART ini bertujuan mengedukasi generasi muda tentang bahaya narkoba serta menumbuhkan semangat kerja sama dan gotong royong, " ujar Dosen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas YARSI, Dr dr Wening Sari MKes dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin.

Selain mendapat materi, peserta juga diajak bermain peran untuk berani menyatakan tidak pada narkoba. Siswa SMA dan mahasiswa juga mengikuti dan menikmati berbagai gim yang seru terkait bahaya narkoba.

Baca juga: Kemendikbudristek beri izin spesialis kedokteran layanan primer YARSI

Ketua Panitia, dr Elita Donanti MBiomed mengatakan aktivitas gim itu bertujuan membangun kekompakan, gotong royong dan persatuan antarsiswa/mahasiswa dari berbagai SMA dan perguruan tinggi.

"GO SMART merupakan partisipasi Universitas YARSI sebagai institusi pendidikan dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) melalui Gerakan Indonesia Mandiri dan Gerakan Indonesia Bersatu, dengan melibatkan siswa SMA. Gerakan ini merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan nilai etika, moral, dan tanggung jawab yang dibutuhkan remaja dalam menjalani kehidupannya sebagai individu maupun anggota masyarakat," kata Elita.

Rektor Universitas YARSI, Prof Fasli Jalal memandang edukasi narkoba tersebut sangat positif. "Selama hampir dua tahun siswa dan mahasiswa belajar di rumah, melalui GO SMART, selain meningkatkan pemahaman tentang pencegahan penyalahgunaan narkoba, mereka berinteraksi satu sama lain, saling kenal, bekerja sama dan menjunjung sportivitas, " katanya.

Baca juga: Kalbe gandeng Universitas Yarsi edukasi turunkan stunting

Baca juga: Universitas YARSI lakukan pertukaran mahasiswa dengan kampus Thailand

Interaksi itu diharapkan juga memotivasi siswa SMA untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Para siswa juga diajak mengkampanyekan pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui kompetisi pembuatan poster dan video edukasi. Kompetisi itu dilakukan sebagai salah satu cara mengukur tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan.