Unjuk Rasa di AS Makin Brutal, WNI Diminta Tak Keluar Rumah

Ezra Sihite, Dinia Adrianjara

VIVA – Aksi demonstrasi besar pascakematian George Floyd meluas beberapa hari terakhir di berbagai negara bagian di Amerika Serikat. Terkait hal ini, perwakilan pemerintah Indonesia di AS memastikan kondisi warga negara Indonesia (WNI) dalam keadaan aman.

Kedutaan Besar RI di Washington DC bersama seluruh Konsulat Jenderal RI di AS masih terus memonitor sekaligus memastikan keselamatan WNI di berbagai kota dan wilayah di AS. Seperti diketahui gelombang demonstrasi terjadi sejak tanggal 26 Mei 2020.

"Seluruh WNI di AS yang berjumlah 142.441 orang saat ini berada dalam kondisi aman dan baik-baik. Tidak ada laporan terkait WNI yang terdampak akibat demo," kata Wakil Duta Besar RI untuk AS, Iwan Freddy Hari Susanto.

Hingga kini aksi unjuk rasa di berbagai negara bagian AS mulai dari wilayah Pantai Timur hingga Pantai Barat, telah memasuki hari ketujuh. Sebagian besar wilayah bahkan telah menerapkan peraturan jam malam dan status darurat. Untuk itu perwakilan RI memastikan keselamatan dan keamanan WNI menjadi prioritas utama.

"Sebagai salah bentuk perlindungan kepada WNI, semua perwakilan RI di AS telah mengeluarkan imbauan kepada WNI agar tetap tenang, hati-hati dan tidak keluar rumah kecuali untuk kepentingan atau kebutuhan yang mendesak, seperti membeli kebutuhan rumah tangga sehari-hari atau pergi ke dokter," imbuhnya.

"WNI juga kita wanti-wanti agar menjauhi tempat-tempat terjadinya aksi unjuk rasa karena akan membahayakan keselamatan dan keamanan mereka. Patuhi setiap instruksi, kebijakan dan peraturan yang dikeluarkan oleh otoritas setempat," tambah Wakil Dubes RI.

Iwan Freddy juga mengatakan bahwa seluruh perwakilan RI di AS terus menjalin kontak dengan simpul-simpul masyarakat Indonesia, termasuk mahasiswa, di berbagai wilayah di AS untuk membantu memantau dari dekat dan memastikan keselamatan WNI dalam situasi saat ini.

KBRI Washington DC dan KJRI se-AS juga membuka layanan nomor hotline bagi masyarakat Indonesia di AS jika membutuhkan bantuan atau pertolongan.


Baca juga: Novel Baswedan yang Menangkap Nurhadi dan Menantunya