Unjuk rasa menentang rasisme bergulir 'di seluruh dunia'

ROMA/LONDON (Reuters) - Demonstran di Roma mengepalkan tangan mereka dan meneriakkan "Tidak ada keadilan, tidak ada perdamaian!" pada Minggu, sementara di London orang-orang menentang peringatan resmi tidak berkumpul dengan berbaring di luar Kedutaan Besar AS sebagai bagian dari gerakan anti-rasisme global yang tengah bergulir.

Di Belgia, polisi menembakkan gas air mata dan menggunakan meriam air untuk membubarkan sekitar seratus demonstran di bagian tengah Brussels yang banyak terdapat toko-toko dan restoran-restoran Afrika. Beberapa demonstran kemudian ditangkap.

Mereka adalah bagian dari kerumunan sekitar 10.000 yang telah berkumpul di Palace of Justice, banyak yang mengenakan masker wajah dan membawa spanduk bertuliskan "Black Lives Matter (nyawa kulit hitam penting) - Belgia untuk Minneapolis", "Saya tak bisa bernapas" dan "Berhenti membunuh orang kulit hitam".

"Black Lives Matter bukan hanya tentang kekerasan polisi. Di sini, kami mengalami diskriminasi yang tidak dialami ras lain. Misalnya, jika kami mencari flat untuk disewa, kami mengalami kesulitan. Soal pekerjaan, kami dirugikan. Jadi ini bukan hanya tentang kekerasan polisi," kata pialang asuransi berusia 25 tahun, Randy Kayembe.

Demonstrasi akhir pekan kedua menunjukkan mendalamnya perasaan di seluruh dunia atas kematian George Floyd di Minneapolis pada 25 Mei setelah seorang perwira kulit putih menekan lehernya dengan lutut si polisi itu. Unjuk rasa lebih besar lagi direncanakan digelar di seluruh Amerika Serikat.

Di London, tempat puluhan ribu orang berkumpul, satu spanduk bertuliskan: "Inggris juga bersalah."

Cuplikan video yang diunggah di media sosial menunjukkan para demonstran di Bristol di Inggris barat bersorak saat merobohkan patung Edward Colston, seorang pedagang budak abad ke-17, dan mendorongnya ke sungai.

Chaniya La Rose, seorang mahasiswa berusia 17 tahun dalam unjuk rasa London bersama dengan keluarganya, mengatakan mengakhiri ketidaksetaraan sudah lama ditunggu. "Harus segera dihentikan saat ini juga," kata dia. "Seharusnya tidak sesulit ini untuk menjadi setara."

Menteri Kesehatan Matt Hancock sebelumnya mengatakan bahwa bergabung dengan unjuk rasa Black Lives Matter berisiko berkontribusi terhadap penyebaran virus corona.

Kepala polisi London, Cressida Dick, mengatakan 27 petugas terluka dalam serangan selama unjuk rasa pekan ini di kota itu, termasuk 14 orang pada Sabtu dalam akhir sebuah demonstrasi damai.