Unjuk Rasa Tolak Kenaikan BBM di Depan UNM Memanas, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Merdeka.com - Merdeka.com - Aksi unjuk rasa penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di depan Universitas Negeri Makassar (UNM) memanas, Senin (5/9). Kepolisian terpaksa membubarkan kericuhan dengan mengerahkan water canon dan menembakkan gas air mata.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa UNM dengan memblokade jalan hingga malam hari ternyata ditentang oleh warga. Apalagi Jalan AP Pettarani merupakan jalur utama warga yang ingin ke Kabupaten Gowa.

Warga membubarkan paksa pendemo dengan cara melempari batu hingga anak panah busur. Mendapatkan serangan, mahasiswa yang sebelumnya unjuk rasa langsung bubar dan masuk ke dalam kampusnya.

Polisi dari Resmob dan Brimob tiba langsung melakukan pengamanan dengan menggunakan water canon. Tak hanya itu, polisi juga menembakkan gas air mata untuk membubarkan bentrokan.

Berdasarkan pantauan, sejumlah orang diamankan oleh polisi. Meski demikian, belum bisa dipastikan apakah mereka yang diamankan terkait bentrokan atau bukan, karena belum ada keterangan dari polisi.

Aksi unjuk rasa penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dilakukan sejumlah elemen mahasiswa di Makassar. Bahkan, mahasiswa memblokade jalan lintas provinsi dengan membakar ban bekas.

Pantauan merdeka.com, mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Makassar masih memblokade jalan. Seperti terlihat di Jalan Urip Sumoharjo Makassar, depan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar yang memblokade dua jalur.

Di depan Universitas Negeri Makassar (UNM), Jalan AP Pettarani Makassar juga di blokade mahasiswa. Begitu pula dengan di depan Universitas Hasanuddin, Jalan Perintis Kemerdekaan.

Sempat terjadi cekcok antara pengendara yang melintas di Jalan Urip Sumoharjo Makassar dengan mahasiswa. Pengendara meminta mahasiswa untuk membuka blokade jalan karena sudah malam.

"Jangan salahkan mahasiswa yang demo. Salahkan pemerintah yang tidak mendengarkan masyarakat," ujar salah satu mahasiswa.

Akibat blokade tersebut, kemacetan hingga di 5 kilometer. Hingga saat ini, belum terlihat polisi untuk membubarkan aksi unjuk rasa mahasiswa yang memblokade jalan. [ded]