UNPAD, UMN dan ITB Juarai Kompetisi Huawei ICT 2020 Tingkat Nasional

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Multimedia Nusantara (UMN), dan Institut Teknologi Bandung (ITB) menjuarai kompetisi Huawei ICT Competition 2020 di tingkat nasional.

Menurut keterangan resmi Huawei, Selasa (22/12/2020), tim UNPAD memenangkan kompetisi pada kategori AI, tim UMN di kategori Network, dan untuk kategori Cloud dimenangkan oleh tim ITB.

Sementara untuk kategori Best Performance Trainer bidang Network dimenangkan oleh Mochammad Fahru Rizal dari Telkom University.

Lalu, Abdul Latif dari ITB memenangkan gelar Best Performance Trainer untuk kategori Cloud, sedangkan Wervyan Shalannanda dari ITB meraih Best Performance Trainer untuk kategori AI.

Untuk kategori bergengsi Excellent Huawei ICT Academy kali ini diraih oleh Institut Teknologi Bandung (ITB), yang pada tahun 2020 ini telah meraih lima penghargaan kompetisi TIK yang salah satunya adalah menjuarai Huawei ICT Competition Tingkat Asia Pasifik.

Kemudian diteruskan dengan meraih gelar juara dunia di bidang TIK melalui ajang yang sama.

Industri 4.0

Dirjen DIKTI, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Republik Indonesia, Prof. Ir. Nizam, M.Sc, DIC, Ph.D, yang hadir secara virtual dalam acara pengumuman pemenang kompetisi tersebut berharap para mahasiswa yang telah menjadi juara di lomba nasional nanti akan sukses juga di tingkat internasional.

Menurutnya, kegiatan yang sudah diselenggarakan selama beberapa tahun ini setiap tahunnya semakin banyak peserta dan perguruan tinggi yang ikut terlibat. Untuk itu, ia berharap kompetisi ini bisa terus dijaga dan ditingkatkan.

"Saya ucapkan terimakasih kepada Huawei Indonesia dan terima kasih kepada teman-teman dari perguruan tinggi atas sinerginya dengan dunia industri. Sinergi ini harus terus kita bangun dan kita dorong dan kembangkan bersama," ucapnya pada acara pengumuman pemenang Huawei ICT National Competition Tahun 2020.

Nizam menyampaikan bahwa saat ini industri 4.0 menuntut seluruh pihak untuk terbuka terhadap dunia digital, dan pendidikan menjadi jembatan utama dalam membuka wawasan dunia digital kepada masyarakat luas.

"Saat ini semuanya menjadi smart, smart office, smart rules, smart campus, smart transportation, dan smart business. Hal tersebut membutuhkan kecakapan di bidang intelligence," jelas Nizam.

Usung Tema

Tahun ini, kompetisi yang mengusung tema “Connection, Glory, Future” ini digelar secara daring dan diikuti oleh lebih dari 2.156 peserta yang berasal dari 40 perguruan tinggi di Tanah Air.

Mereka berkompetisi di tiga bidang yang berbeda, yaitu kompetisi di bidang Kecerdasan Artifisial (AI), Jaringan atau Network, dan Cloud.

Jalannya kompetisi TIK Nasional yang digelar oleh Huawei Indonesia ini telah berlangsung secara virtual sejak Oktober 2020. Terdapat 83 jadwal kelas yang berbeda dan masing-masing kategori dikuti oleh sejumlah perguruan tinggi.

Kompetisi di bidang Network diikuti oleh 1.329 peserta dari 23 perguruan tinggi. Kompetisi di bidang Cloud diikuti oleh 348 peserta dari 7 perguruan tinggi, sementara kompetisi di bidang AI diikuti oleh 749 peserta dari 19 perguruan tinggi.

Selain melibatkan para mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi yang berlomba menjadi terbaik di tiga bidang TIK yang dikompetisikan, Huawei ICT Competition Tingkat Nasional juga diikuti oleh 79 pengajar di bidang TIK dari berbagai perguruan tinggi untuk mendapatkan sertifikasi TIK sebagai prasyarat dari Huawei Indonesia.

(Isk/Why)