UNS komitmen tingkatkan kolaborasi dan inovasi pada 2022

·Bacaan 2 menit

Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berkomitmen meningkatkan kolaborasi dan inovasi pada tahun 2022 sebagai bagian dari visi misi sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH).

Rektor UNS Jamal Wiwoho di Solo, Selasa mengatakan UNS juga menyiapkan sejumlah rencana untuk mencapai World Class University.

"Perlu kolaborasi dan inovasi antarsivitas akademika UNS untuk mencapai tujuan itu," katanya.

Ia mengatakan sinergi, kolaborasi, dan kebersamaan akan menjadi kunci keberhasilan UNS yang sedang bertransformasi menjadi PTNBH.

"Seberapa pun kadar sukses yang telah diraih oleh UNS, tentu semua itu tidak terlepas dari kerja keras, kerja tuntas, kerja ikhlas, dan kesanggupan berjuang bersama dari seluruh pimpinan dan sivitas akademika UNS," katanya.

Ia mengatakan sejauh ini ada beberapa prestasi yang sudah ditorehkan oleh UNS selama tahun 2021, di antaranya UNS menduduki peringkat 201-300 dunia versi Times Higher Education Impact Ranking, peringkat 401- 450 dunia versi QS World University Ranking, peringkat 13 Indonesia, dan 2.535 dunia versi Webomatrics.

Baca juga: UNS tambah empat guru besar jelang akhir tahun

Baca juga: Hadapi kemajuan iptek, Rektor UNS ajak generasi muda terus berinovasi

"Selain itu juga peringkat 7 Indonesia dan 99 dunia Versi UI Greenmatrics. Meski demikian, UNS tidak boleh berpuas diri," katanya.

Sementara itu, salah satu Guru Besar Fakultas Teknik UNS Wahyudi Sutopo pada pidatonya di awal tahun bertema "Penguatan Inovasi di Era Kemandirian UNS" mengatakan inovasi harus diperhatikan UNS agar dapat bersaing secara internasional.

"Realitanya banyak masalah global education menuntut setiap individu, kelompok, dan organisasi memiliki kecepatan, kreativitas, dan inovasi sebagai kunci memenangkan kompetisi. Inovasi harus menjadi pendorong produktivitas dan pada ujungnya inovasi itu menghasilkan daya dobrak yang di dalamnya hadir di pasar lebih cepat, memberi solusi yang lebih cepat, dan dengan pengorbanan yang ada, kemenangan itu akan terjadi," katanya.

Ia juga menyoroti indikator kinerja utama (IKU) 8, yakni akreditasi internasional yang perlu ditingkatkan. Ia mengatakan akreditasi tersebut penting untuk dapat meningkatkan ketujuh IKU lainnya.

"Fokus pada IKU 8 dapat menggerakkan IKU 1 sampai 7. IKU 8 ini menjadi prioritas karena yang paling sulit, yang mengukur itu pihak eksternal, tidak bisa memperbaiki dalam waktu yang pendek, harus terencana. Dengan literasi dan banyak pakar yang ada di sini, akreditasi internasional itu dapat dicapai dalam 4 tahun," katanya.

Baca juga: Pastikan prokes baik, UNS belum akan tambah jumlah peserta PTM

Baca juga: Pemerintah berharap mahasiswa KKN UNS aplikasikan teori di masyarakat

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel