UNS Sulap Asrama Mahasiswa Jadi Tempat Isolasi Pasien COVID-19

·Bacaan 2 menit

VIVA - Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo memanfaatkan gedung E Asrama Mahasiswa UNS Ngoresan untuk menjadi rumah sehat atau tempat isolasi mandiri bagi masyarakat yang terpapar COVID-19. Tempati isolasi yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang itu memiliki kapasitas 114 kamar yang bisa untuk menampung sebanyak 228 pasien.

Rektor UNS, Jamal Wiwoho, mengatakan gedung E asrama mahasiswa yang difungsikan sebagai tempat isolasi mandiri itu sebenarnya bisa menampung lebih dari 228 pasien. Sebabnya, menurut desainnya satu kamar bisa diisi sebanyak dua orang, namun ternyata kamar tersebut bisa diisi lebih dari dua orang dengan penambahan tempat tidur ekstra.

“Mungkin saja dalam satu keluarga itu ada anaknya yang ikut isoman misalnya, bisa diisi tiga orang,” kata dia saat meninjau gedung E Asrama Mahasiswa UNS Ngoresan yang difungsikan sebagai tempat isolasi mandiri, Rabu, 28 Juli 2021.

Lebih lanjut, Rektor UNS itu mengungkapkan tempat isolasi mandiri itu diprioritaskan untuk menampung para mahasiswa dan keluarga besar UNS yang terpapar positif COVID-19. Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan warga yang tinggal di sekitar kampus tersebut juga bisa menjalani karantina di gedung tersebut.

“Warga di daerah Kentingan dan sebagainya sebagai bentuk social corporate social responbility Universitas Sebelas Maret dengan lingkungan wilayah di Kecamatan Jebres,” katanya.

Baca juga: Mengintip Gedung Isoman Surabaya, Ranjang Kardus Standar Olimpiade

Sedangkan terkait fasilitas tempat isolasi mandiri di asrama tersebut, ia menyebutkan nantinya para pasien COVID-19 yang menjalani karantina akan mendapatkan jatah makan sebanyak tiga kali sehari. Selain itu juga akan mendapatkan obat-obatan serta multivitamin.

“Ini semuanya kita desain untuk menggunakan free wifi, kemudian tempat untuk cuci pakaian, untuk dapur sebagainya lah. Pokoknya untuk kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya itu isolasi mandiri insya Allah bisa dicukupi di asrama mahasiswa gedung E ini,” katanya.

Tempat isolasi mandiri yang dikelola UNS itu nantinya diperuntukkan bagi penderita COVID-19 OTG dan pasien COVID-19 dengan gejala ringan tanpa komorbid. Adanya rumah sehat itu juga dilengkapi dengan keberadaan satgas penanganan COVID-19.

Nantinya mahasiswa, kelaurga besar UNS maupun warga sekitar yang terkonfirmasi positif COVID-19 jika ingin menjalani karantina di asrama bisa menghubungi satgas tersebut.

“Kalau dari Universitas Sebelas Maret tinggal menghubungi teman-teman satgas. Misalkan hasilnya positif langsung bisa dikoordinasikan dan bisa masuk di sini,” ujarnya.

Asrama Mahasiswa UNS Ngoresan itu merupakan rumah sehat 2 yang dimiliki UNS. Gedung tersebut memiliki kapasitas sebanyak 114 kamar. Sedangkan untuk rumah sehat 1, Jamal menuturkan ada di gedung Merc di komplek Rumah Sakit UNS di Pabelan.

“Rumah sehat 1 yang beroperasi sejak akhir Januari 2021 itu memiliki kapasitas 180 tempat tidur,” katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel