Unsur-Unsur Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia yang Perlu Diketahui

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Keberagaman adalah suatu kondisi dalam masyarakat yang terdapat banyak perbedaan dalam berbagai bidang. Seperti diketahui, Indonesia merupakan negara kepulauan yang penuh dengan keberagaman dan perbedaan.

Perbedaan tersebut meliputi suku bangsa, ras, agama, dan antargolongan. Meski berbeda-beda, pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap satu kesatuan atau biasa disebut dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Semboyan ini menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang memiliki keberagaman suku bangsa, budaya, bahasa daerah, agama dan kepercayaan, ras maupun antargolongan.

Keberagaman masyarakat Indonesia memiliki dampak positif sekaligus dampak negatif bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa, dan negara. Dampak positif keberagaman bisa memberikan manfaat bagi perkembangan dan kemajuan.

Sedangkan dampak negatifnya, dapat mengakibatkan ketidakharmonisan bahkan perpecahan bangsa dan negara.

Ada beberapa hal yang menyebabkan keberagaman di Indonesua, seperti letak geografis, kondisi iklim dan alam yang berbeda, pengaruh kebudayaan asing, agama, ras, dan sejarah.

Selain itu, terdapat juga beberapa unsur-unsur keragaman dalam masyarakat Indonesia. Apa saja unsur-unsurnya?

Berikut ini rangkuman tentang unsur-unsur keberagaman dalam masyarakat Indonesia, seperti dilansir dari laman yunipedia.blogspot, Kamis (25/3/2021).

Suku Bangsa dan Ras

Suku bangsa yang menempati wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke sangat beragam. Sedangkan perbedaan ras muncul karena adanya pengelompokan besar manusia yang memiliki ciri-ciri biologis lahiriah yang sama, seperti rambut, warna kulit, ukuran tubuh, mata, ukuran kepala, dan lain sebagainya.

Di Indonesia, terutama bagian barat, mulai Sulawesi termasuk ras Mongoloid Melayu Mua (Deutero Malayan Mongoloid). Sementara, Batak dan Toraja yang termasuk Mongoloid Melayun Tua (Proto Melayan Mongoloid).

Kemudian bagian timur Indonesia termasuk ras Austroloid. Adapun kelompok terbesar yang tidak termasuk kelompok pribumi adalah golongan China yang termasuk Asiatic Mongoloid.

Agama dan Keyakinan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), agama ialah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan atau juga disebut nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut.

Pada dasarnya, agama dan keyakinan merupakan unsur penting dalam keberagaman bangsa Indonesia. Hal ini terlihat dari banyaknya agama yang diakui di Indonesia. Agama mengandung arti ikatan yang harus dipegang dan dipatuhi manusia.

Dalam praktisnya fungsi agama dalam masyarakat, antara lain:

  • Berfungsi edukasi: Ajaran agama secara yudiris berfungsi menyuruh dan melarang.

  • Berfungsi penyemangat.

  • Berfungsi sebagai perdamaian.

  • Berfungsi sebagai kontrol sosial.

  • Berfungsi sebagai pemupuk rasa solidaritas.

  • Berfungsi transformatif.

  • Berfungsi kreatif.

  • Berfungsi sublimatif.

Ideologi dan Politik

Ideologi adalah suatu istilah umum bagi sebuah gagasan yang berpengaruh kuat terhadap tingkah laku dalam situasi khusus karena merupakan kaitan antara tindakan kepercayaan yang fundamental.

Sementara, politik mencakup konflik antara individu-individu dan kelompok untuk memperoleh kekuasaan yang digunakan oleh pemenang demi keuntungannya sendiri.

Keragaman masyarakat Indonesia dalam ideologi dan politik dapat dilihat dari banyaknya partai politik sejak berakhirnya masa orde lama. Namun, pada dasarnya, Indonesia hanya mengakui satu Ideologi, yaitu Pancasila, yang benar-benar mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia.

Tata Krama

Tata krama dianggap berasal dari bahasa Jawa yang berarti 'adat sopan santun, basa-basi'. Tata krama pada dasarnya ialah segala tindakan, perilaku, adat istiadat, tegur sapa, ucap dan cakap sesuai kaidah atau norma tertentu.

Tata krama dibentuk dan dikembangkan oleh masyarakat, yang terdiri atas aturan-aturan yang kalau dipatuhi akan tercipta interaksi sosial yang tertib dan efektif di dalam masyarakat yang bersangkutan.

Kesenjangan Ekonomi

Bagi sebagian negara berkembang, perekonomian akan menjadi satu di antara perhatian yang terus ditingkatkan. Namun, umumnya, masyarakat Indonesia berada di golongan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Hal ini bisa menjadi pemicu adanya kesenjangan.

Kesenjangan Sosial

Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat majemuk dengan bermacam tingkat, pangkat, dan strata sosial yang hierarkis. Hal ini, dapat terlihat dan dirasakan dengan jelas adanya penggolongan orang berdasarkan kasta.

Kondisi tersebut dapat menimbulkan kesenjangan sosial yang tidak saja dapat menyakitkan, tetapi juga bisa membahayakan bagi kerukunan masyarakat. Selain itu, bisa juga menjadi sebuah pemicu perang antaretnis atau suku.

Sumber: yunipedia.blogspot