Unsur-Unsur Seni Tari Beserta Penjelasannya yang Perlu Diketahui

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Seni tari adalah ekspresi jiwa dalam bentuk gerak yang indah dengan iringan tertentu. Gerak dalam seni tari memiliki nilai dan berbeda dengan gerak sehari-hari.

Menurut Kamur Besar Bahasa Indonesia (KBBI), seni tari adalah seni mengenai tari menari (gerak-gerik yang berirama). Seni tari dipertunjukkan dengan ekspresi penjiwaan melalui gerakan ritmis yang estetis dan indah.

Melalui ekspresi penjiwaan yang dibawakan oleh penari, seni tari menjadi daya tarik tersendiri bagi penontonnya. Hal itu karena setiap gerakan tubuh pada saat menari, memiliki pesan, perasaan, pikiran dan suasana tertentu.

Di Indonesia, seni tari biasanya dilakukan untuk pagelaran adat, persembahan, peringatan, dan penyambutan tamu penting di suatu daerah.

Banyak hal yang dapat memperkuat nilai dalam seni tari, yakni berupa unsur seni tari dan unsur pendukung seni tari.

Bagi para pencinta seni tari pastinya penting mengetahui unsur-unsur seni tari. Apa saja unsur-unsur seni tari yang perlu diketahui?

Berikut ini rangkuman tentang unsur-unsur seni tari lengkap beserta penjelasannya, seperti dikutip dari laman Ilmuseni.com, Rabu (5/5/2021).

Unsur Utama Seni Tari

Ilustrasi seni tari. Credit: pexels.com/Tim
Ilustrasi seni tari. Credit: pexels.com/Tim

Unsur-unsur dalam seni tari terdiri dari beberapa unsur utama dan pendukung. Unsur utama seni tari ada tiga, yakni wiraga, wirama dan wirasa. Berikut ini penjelasan tentang unsur-unsur utama dalam seni tari:

  • Wiraga

Unsur pertama dalam seni tari adalah raga atau wiraga, yang memiliki arti bahwa penari wajib menampilkan gerakan badan, baik posisi duduk maupun berdiri. Wiraga diambil dari bahasa Jawa yang berarti 'raga', dan dikenal sebagai gerakan tari.

Pada saat menari, para penari harus menunjukkan semua gerakan tubuh yang ritmis, dinamis, dan estetis. Seni tari memiliki gerak murni yang tariannya tidak memiliki maksud tertentu.

Setiap gerakan yang dibawakan penari, memiliki makna tertentu dan bisa ditebak oleh penonton atau penikmat tari.

Unsur Utama Seni Tari

Ilustrasi seni tari. Credit: pexels.com/Danielle
Ilustrasi seni tari. Credit: pexels.com/Danielle
  • Wirama

Dalam seni tari mempunyai unsur irama atau wirama. Jadi, setiap gerakan tari harus bersifat ritmis sesuai alunan musik yang mengiringinya.

Irama atau musik yang digunakan dalam seni tari, biasanya berasal dari rekaman lagu atau langsung dari instrumen yang dibawakan oleh pemusik.

Namun, dalam beberapa tarian, gerakan tari bisa dilakukan dengan mengikuti irama dari tepukan tangan, hentakan kaki, hitungan maupun nyanyian yang dibawakan penari.

Musik atau irama yang ada dalam unsur seni tari bisa membuat suasana menjadi lebih hidup, harmonis, dan sesuai makna tarian tersebut.

Unsur Utama Seni Tari

Ilustrasi seni tari. Credit: pexels.com/Michael
Ilustrasi seni tari. Credit: pexels.com/Michael
  • Wirasa

Unsur seni tari selanjutnya ialah rasa atau wirasa yang berarti tarian tersebut bisa menyampaikan sebuah pesan perasaan, dari setiap gerakan yang dibawakan oleh penari. Pesan atau perasaan tersebut bisa tersampaikan dari ekspresi yang dibawakan oleh penari.

Bagi seorang penari, penjiwaan dan ekspresi wajah saat menari sangat penting. Jika seorang penari mendapatkan karakter sebagai perempuan, maka ia harus menari dengan gerakan lemah gemulai dan mimik wajah yang ramah.

Unsur wirasa ini juga harus menyatu dengan irama yang dibawakan pada saat menari.

Unsur Pendukung dalam Tari

Ilustrasi seni tari. (Photo by Samantha Weisburg on Unsplash)
Ilustrasi seni tari. (Photo by Samantha Weisburg on Unsplash)
  • Tata Rias dan Kostum

Dalam pertunjukkan tari perlu menampilkan penari dengan kostum dan tata rias yang sesuai. Yap, pasti ada riasan khusus dan kostum yang sesuai dengan tarian dan karakter yang dibawakan oleh penari.

Hal tersebut tentunya untuk mendukung terciptanya suasana tarian dan menyampaikan karakter serta pesan secara tersirat.

  • Pola Lantai

Tarian akan indah apabila penari bisa menguasai pola lantai. Jadi, dalam menari tak hanya berada di tengah panggung, tetapi juga bergerak ke sana ke mari sehingga tidak membuat penonton bosan karena terlalu monoton.

Hal itu sangat penting dalam tarian agar antarpenari tidak saling bertabrakan sehingga gerakan yang ditampilkan dapat selaras, kompak, dan teratur.

Unsur Pendukung dalam Tari

Ilustrasi menari secara berkelompok. Credit: pexels.com/Tim
Ilustrasi menari secara berkelompok. Credit: pexels.com/Tim
  • Setting Panggung

Seni pertunjukan tari yang baik akan memperhatikan pengaturan panggung. Hal ini penting karena ada panggung yang tidak sesuai tema tarian.

Setting panggung yang terpenting ialah pencahayaan. Jadi, dalam panggung sendratari tidak terlalu terang, tetapi juga tidak terlalu gelap.

  • Properti

Dalam tarian tertentu, penari akan membawa properti. Properti ini merupakan alat pendukung, seperti selendang, piring, payung, dan lilin.

Meski tidak semua tarian menggunakan properti, unsur ini perlu diperhatikan untuk mendukung tema tarian.

Dengan adanya aksesori penunjang, penonton makin yakin bahwa tarian yang dibawakan telah dipersiapkan sebaik-baiknya. Selain itu, juga ada aksesori penunjang yang memudahkan penonton untuk mengetahui karakter tarian yang dibawakan.

Sumber: Ilmuseni