Unsur-Unsur Tari, Pahami Unsur Utama dan Pendukungnya

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta Unsur-unsur tari terdiri dari tiga macam, yakni wiraga, wirasa, dan wirama. Ketiganya saling berkaitan atau saling melengkapi satu dengan lainnya untuk membentuk keselarasan gerak.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengungkap istilah tari adalah salah satu bentuk kesenian yang memiliki media ungkap atau substansi gerak dan gerak yang terungkap, yakni gerak manusia.

Seni tari merupakan bentuk ekspresi jiwa dalam bentuk gerak dengan iringan. Untuk unsur-unsur tari yang utama adalah gerak, ruang, dan waktu. Unsur-unsur seni tari sangat berguna memperkuat nilai ekspresi jiwa sebuah tarian.

Berikut Liputan6.com ulas unsur-unsur seni tari dari berbagai sumber, Minggu (28/3/2021).

Unsur-Unsur Tari

Para penari menampilkan tari Kipas Pakarena dari daerah Sulawesi pada Pembukaan Kejuaraan Dunia Wushu 2015 di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat(13/11/2015). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)
Para penari menampilkan tari Kipas Pakarena dari daerah Sulawesi pada Pembukaan Kejuaraan Dunia Wushu 2015 di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat(13/11/2015). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Wiraga

Unsur-unsur tari yang pertama adalah raga atau disebut wiraga. Unsur-unsur tari ini memiliki artian, bahwa penari wajib menampilkan gerakan badan pada posisi duduk maupun berdiri. Wiraga di ambil dari Bahasa Jawa yang artinya adalah raga, dan dikenal sebagai gerakan tari.

Pada saat menari, para penari harus menonjolkan seluruh gerakan tubuh yang ritmis, dinamis, dan estetis. Seni tari memiliki gerak murni yang tariannya tidak memiliki maksud tertentu. Memiliki gerak maknawi yang gerakannya memiliki maksud dan tujuan tertentu.

Setiap gerakan dari unsur-unsur tari yang dibawakan penari, memiliki makna tertentu dan bisa ditebak oleh penonton atau penikmat tari. Contoh unsur-unsur tari adalah saat penari memutar pergelangan tangan, artinya penari tersebut menunjukkan keluwesan. Sedangkan gerakan berdecak pinggang yang dilakukan penari lelaki, memiliki arti wibawa atau kekuasaan.

Wirama

Seni tari memiliki unsur-unsur tari irama, yang artinya setiap gerakan tari harus bersifat ritmis sesuai dengan alunan musik yang mengiringinya. Irama atau musik yang digunakan dalam unsur-unsur tari tari, biasanya berasal dari rekaman lagu atau langsung dari instrumen musik yang dibawakan oleh pemusik.

Namun di dalam beberapa tarian, gerakan unsur-unsur tari bisa dilakukan dengan mengikuti irama dari tepukan tangan, hentakan kaki, hitungan maupun nyanyian yang dibawakan penari.

Musik atau irama yang ada dalam unsur-unsur tari, bisa membuat suasana menjadi lebih hidup, harmonis dan sesuai dengan makna tarian tersebut.

Wirasa

Unsur-unsur tari berupa wirasa atau rasa, memiliki arti bahwa tarian tersebut bisa menyampaikan sebuah pesan perasaan, dari setiap gerakan yang dibawakan oleh penari. Pesan perasaan ini akan tersampaikan dari ekspresi yang dibawakan oleh penari.

Bagi seorang penari, unsur-unsur tari berupa penjiwaan dan ekspresi wajah saat menari sangatlah penting. Jika seorang penari mendapatkan karakter sebagai perempuan, maka ia harus menari dengan gerakan lemah gemulai, dan mimik wajah yang ramah.

Unsur-unsur tari wirasa ini harus menyatu dengan irama yang dibawakan pada saat menari. Contoh unsur-unsur tari adalah pada saat iramanya sedih, penari juga harus memasang wajah yang sedih, agar pesan dari tarian tersebut tersampaikan pada penikmat seni tari.

Unsur-Unsur Tari Utama

Penari membawakan tarian Gending Sriwijaya pada acara Festival Putri Bumi Sriwijaya (PBS) yang diselenggarakan oleh Indonesia Tionghoa di Jakarta, Kamis (29/3). Pagelaran ini bertujuan memperkenalkan khalayak luas. (Liputan6.com/Pool/Agus)
Penari membawakan tarian Gending Sriwijaya pada acara Festival Putri Bumi Sriwijaya (PBS) yang diselenggarakan oleh Indonesia Tionghoa di Jakarta, Kamis (29/3). Pagelaran ini bertujuan memperkenalkan khalayak luas. (Liputan6.com/Pool/Agus)

Gerak

Salah satu unsur-unsur tari utama adalah gerak. Unsur gerak tari terjadi karena adanya suatu tenaga. Dalam unsur-unsur tari utama gerak sendiri dibagi menjadi dua jenis, yaitu gerak nyata (representasional) dan gerak maknawi.

Gerak nyata merupakan gerak yang menirukan aktivitas sehari-hari. Sedangkan gerak maknawi merupakan gerak yang memiliki makna, dan biasanya gerak dasarnya dari gerak sehari-hari namun diperhalus atau dirombak agar terlihat tidak seperti gerak nyata.

Ruang

Lalu, yang menjadi unsur-unsur tari utama adalah ruang. Unsur ini menjadi tempat untuk bergerak. Tempat untuk bergerak dalam pengertian harfiah yaitu panggung atau pentas tempat untuk menari, baik panggung tertutup maupun panggung terbuka. Namun di dalam tari dikenal pula tempat untuk bergerak yang bersifat imajinatif.

Waktu

Unsur-unsur tari utama berupa waktu. Pengertian waktu dalam tari adalah waktu yang diperlukan oleh penari dalam melakukan gerak. Waktu dalam tari sangat tergantung dari cepat lambatnya (tempo) penari ketika melakukan gerak, panjang pendeknya ketukan (ritme) dalam melakukan gerak, dan lamanya (durasi) penari dalam melakukan gerak.

Mengenal Seni Tari

Kelompok sanggar Setia Warga dan Kampus Betawi memainkan Tari Topeng Betawi berjudul Sedapur dalam perayaan HUT ke-50 Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Rabu (7/11). Perayaan HUT TIM ini bertema Seni Bersama, Berama Seni. (Merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Kelompok sanggar Setia Warga dan Kampus Betawi memainkan Tari Topeng Betawi berjudul Sedapur dalam perayaan HUT ke-50 Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Rabu (7/11). Perayaan HUT TIM ini bertema Seni Bersama, Berama Seni. (Merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Pengertian seni tari adalah ekspresi jiwa manusia dalam bentuk gerak-gerak ritmis yang indah dengan iringan tertentu. Gerak ritmis seni tari adalah berbeda dengan gerak dalam keseharian atau tidak realistis.

Seni tari adalah ekspresi jiwa dalam bentuk gerak yang di setiap gerak dan perpindahan tariannya, memiliki nilai untuk menuturkan keindahan. Banyak hal yang dapat memperkuat nilai dalam seni tari, yakni berupa unsur seni tari dan unsur pendukung seni tari.

Menurut kutipan dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, seni tari adalah salah satu bentuk kesenian yang memiliki media ungkap atau substansi gerak dan gerak yang terungkap, yakni gerak manusia.

Seni tari adalah memiliki gerak yang dapat menggetarkan perasaan manusia sebagai ungkapan ekspresi jiwanya. Gerak ini bisa berupa gerak kasar, keras, kuat, halus, dan masih banyak lagi lainnya.

Pengertian Seni Tari dari Para Ahli

Penari mengenakan pakaian tradisional menampilkan tarian khas daerah-daerah Indonesia dalam acara
Penari mengenakan pakaian tradisional menampilkan tarian khas daerah-daerah Indonesia dalam acara

Atik Soepandi (1944)

Pengertian seni tari adalah ekspresi jiwa manusia melalui gerak-gerak ritmis dan melodi yang indah.

Corrie Hartong (1906-1991)

Pengertian seni tari adalah gerak-gerak badan yang diberi nuansa ritmis dan dilakukan dalam suatu ruang.

Yulianti Parani (1939)

Pengertian seni tari adalah gerak-gerak ritmis sebagian atau seluruhnya dari tubuh yang terdiri dari pola individual atau kelompok yang disertai ekspresi atau ide-ide tertentu.

Bagong Kussudiarja (1928-2004)

Pengertian seni tari adalah suatu seni yang berupa gerak ritmis yang menjadi alat ekspresi manusia.

Drs. I Gede Ardika (1945)

Pengertian seni tari adalah sesuatu yang dapat menyatukan banyak hal hingga semua orang bisa menyesuaikan diri atau menyelaraskan geraknya menurut caranya masing-masing.

Judith Lynne Hanna (1936)

Pengertian seni tari adalah seni plastis dari gerak yang visual terlihat sepintas.

Soedarsono (1933)

Pengertian seni tari adalah ungkapan ekspresif jiwa manusia dalam gerak-gerak yang indah dan ritmis.

Unsur Pendukung Seni Tari

Penari Bali menarikan tari pendet saat pembukaan WKF World Junior, Cadet and U-21 Championship 2015 di ICE Serpong, Banten, Kamis (12/11/2015). 1.425 peserta dari 91 negara berlaga di ajang ini. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Penari Bali menarikan tari pendet saat pembukaan WKF World Junior, Cadet and U-21 Championship 2015 di ICE Serpong, Banten, Kamis (12/11/2015). 1.425 peserta dari 91 negara berlaga di ajang ini. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Tata Rias dan Kostum

Tata rias dan kostum juga merupakan unsur pendukung yang penting dalam sebuah pertunjukkan tari. Riasan dan kostum juga akan menjadi identitas karakter yang dibawakan oleh penari. Unsur ini mendukung terciptanya suasana tarian dan menyampaikan karakter serta pesan secara tersirat.

Pola Lantai

Sebuah pertunjukkan tari akan lebih terasa rapi dan indah, jika penari bisa menguasai pola lantai. Selain itu ada beberapa pola desain yang juga penting dipahami penari, yakni:

1. Desain Lantai

Desain lantai merupakan garis-garis di lantai yang dilalui oleh seorang penari atau garis-garis di lantai yang dibuat oleh formasi penari kelompok. Jenis garis di lantai ada dua macam, yaitu garis lurus dan garis lengkung.

Garis lurus dapat menghasilkan bentuk V, V terbalik, segitiga, T, T terbalik dan diagonal. Sementara itu, garis lengkung dapat dibuat bentuk lingkaran, lengkung setengah lingkaran, spiral, angka delapan dan lengkung ular.

2. Desain Atas

Desain atas adalah desain yang dibuat oleh anggota badan dan berada di atas lantai. Desain ini dilihat dari arah penonton. Desain atas ada bermacam-macam bentuknya. Masing – masing desain menimbulkan kesan sendiri-sendiri bagi penonton yang melihatnya.

3. Desain Musik

Desain musik adalah pola ritmis dalam sebuah tari. Pola ritmis dalam tari timbul karena gerakan tari yang sesuai dengan melodi. Gerakan tari yang sesuai dengan harmoni dan gerakan tari yang sesuai dengan frasa musik.

4. Desain Dramatis

Desain dramatis adalah tahapan-tahapan emosional untuk mencapai klimaks dalam sebuah tari. Tahap-tahap emosional ini perlu ada dalam sebuah tari agar tarian itu menjadi menarik dan tarian itu tidak terkesan monoton.

Properti

Properti ini merupakan alat pendukung seperti selendang, piring, payung, lilin. Meskipun memang tidak semua tarian menggunakan properti, unsur ini juga perlu diperhatikan untuk mendukung visualisasi tarian.