Untuk Apa Pemain Naturalisasi Kalau Timnas Indonesia Tak Berprestasi

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pernyataan PSSI yang membuka pintu untuk pemain naturalisasi menuai banyak tanggapan. Isu naturalisasi memang terus menggerayangi sepakbola Indonesia dari tahu ke tahun.

Sudah sejak satu dekade lalu cara itu dipilih PSSI meski beberapa kali berganti pemimpin. Cristian Gonzales adalah pemain pertama yang diambil sumpah setia menjadi WNI.

Pemain berdarah Uruguay itu resmi menjadi WNI pada November 2010 saat PSSI dipimpin rezim Nurdin Halid. Hingga saat ini, sudah puluhan pemain yang dialihstatuskan.

Sedangkan yang terbaru adalah gelandang Persib Bandung, Marc Klok. Bahkan, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan sendiri yang membantu proses naturalisasi pemain kelahiran Amsterdam, Belanda, 20 April 1993 tersebut.

Sudah 11 tahun lamanya tradisi 'jalan pintas' itu ditempuh. Namun apakah dampaknya sudah dirasa Timnas Indonesia?. Jangankan berprestasi di Asia, bersaing di level Asia Tenggara saja Timnas Indonesia masih keteteran.

Timnas Malaysia, Vietnam, Singapura dan Filipina yang dulu jadi bulan-bulanan, kini malah jadi sulit ditaklukkan.

Kritik pun berdatangan soal wacana PSSI membuka peluang untuk naturalisasi, bahkan menyeret pejabat negeri ini. Menteri pemuda dan olahraga (Menpora) Zainudin Amali, dengan tegas akan memperperketat proses naturalisasi.

Amali mengatakan, PSSI termasuk cabor-cabor lain seharunya mampu memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada. Sebab, itu akan membangun prestasi berdasarkan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

"Tidak boleh lagi kita mengharapkan prestasi secara instan, itu tidak bagus untuk pembinaan prestasi jangka panjang yang berkesinambungan," kata Amali dalam keterangannya.

Amali juga melihat, sejauh ini pemain naturalisasi belum memberikan manfaat dan dampak yang signifikan untuk Timnas Indonesia.

Bahkan menurutnya, pemain-pemain naturalisasi yang ada saat ini belum bisa menjadi panutan untuk pemain lokal.

“Kualitas mereka yang dinaturalisasi juga tidak terlalu berbeda dengan pemain asli kita. Pada Piala Menpora kemarin, saya sangat serius memperhatikan kualitas pemain naturalusasi itu, mereka belum bisa jadi panutan," ucapnya.

"Bahkan ada di salah satu pertandingan justru pemain naturalisasi tidak memberi contoh bermain sepakbola dengan baik sampai pemain tersebut harus dikeluarkan oleh wasit karena terkena kartu merah," tegasnya.


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel