Untuk Ayah di Surga, Kusampaikan Kabar 7 Anak Tercintamu Tumbuh Mandiri dan Sukses

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Membahas kisah dan cerita tentang ayah memang tak ada habisnya. Begitu banyak momen tak terlupakan yang kita miliki bersama ayah tercinta. Mulai dari momen paling bahagia hingga momen paling sedih. Setiap hal yang berkaitan dengan ayah selalu berkesan seperti tulisan kiriman Sahabat Fimela yang disertakan dalam Lomba Share Your Stories November 2021 Surat untuk Ayah berikut ini.

TERKAIT: Ayah, Sosok Paling Sabar yang Jadi Sumber Kekuatanku untuk Selalu Tegar

TERKAIT: Di Balik Sosok Ayah yang Tampak Kuat, Ada Rasa Lelah yang Disimpan Sendiri

TERKAIT: Bagi Anak Perempuan, Ayah adalah Sosok Pahlawan Hebat Pertama di Hidupnya

***

Oleh: Candra Nila Murti Dewojati

Ayah, malam ini hujan tiada hentinya, seolah setiap tetesannya mengandung pesan bahwa anak perempuanmu ini tak akan melupakanmu. Setiap momen Hari Ayah, aku hanya bisa mengumpulkan potongan demi potongan kisah yang berserak. Kukerahkan seluruh ingatan masa kecilku untuk sekedar mengorek cerita indah yang tersisa, yang bisa kuingat.

Ah Ayah, untuk gadis kecil yang berusia 7 tahun, saat kau tinggal pergi untuk selamanya di haribaan Illahi adalah keniscayaan bisa mengurai perasaan terdalamnya secara baik. Aku tersuruk! Yang ada hanya sedikit saja, dan harus kuulang-ulang mengorek memori itu setiap Hari Ayah tiba.

Dan yang kuingat, bagaimana kau sering mengajakku berputar-putar dengan skuter kesayangan saat lalu, mencoba menyisiri rambut kusutku dengan penuh kasih sayang, dan mengajak nonton film anak di bioskop dekat rumah. Saat pulang rumah seusai kerja, selalu aku menggelendot manja di kaki panjangmu, kau hanya tersenyum, walau lelah menerpamu. Hanya itu.

Menyampaikan Rindu

Bersama keluarga./Copyright Candra Nila Murti Dewojati
Bersama keluarga./Copyright Candra Nila Murti Dewojati

Selanjutnya, hanya tersisa kisah perjuangan heroik sang ibu yang dengan gagah berani mencari nafkah untuk makan ketujuh anaknya. Ya, tujuh anakmu, yang alhamdulillah semua bisa mandiri dan sukses di bidangnya masing-masing. Ibu setia menjaga cinta untukmu, Ayah. Beliau berjanji untuk tak menduakan dengan lainnya, sampai akhirnya bersatu kembali, rebah ke tanah, di dekat pusaramu. Kau, berhasil memiliki istri yang tabah, tegar dan luar biasa, yang menjaga keturunanmu menjadi manusia berguna.

Terakhir, Ayah. Kuingin curahan hati anak perempuanmu, sampai kepadamu, walau dengan cara apa pun. Mungkin lewat rinai yang belum juga reda, saat tulisan ini kubuat.

Terlebih lewat doa yang tak henti kupanjat setiap hari untukmu. Lewat sedekah dengan atas namamu, agar Tuhan memaafkanmu, terangi kuburmu, menjagamu sampai akhirnya kita dipertemukan kembali, untuk bilas rindu yang tak bertepi ini.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel