Untuk bangun Masjid Asrama Haji Maluku, pemerintah bantu Rp1,5 miliar

·Bacaan 2 menit

Pemerintah Provinsi Maluku menyerahkan bantuan senilai Rp1,5 miliar untuk pembangunan masjid di kompleks Asrama Haji Maluku di kawasan Waiheru, Kota Ambon.

Gubernur Maluku Murad Ismail di Ambon, Kamis membenarkan bantuan pemprov tahun 2021 itu baru diserahkan secara langsung kepada Kakanwil Kementerian Agama setempat Djamaluddin Bugis.

Bantuan pembangunan serta 5.000 mushaf Al-Qur'an diserahkan Gubernur bertepatan dengan peletakan batu pertama pembangunan masjid yang diberi nama "Ismail Murad" itu pada Rabu (19/1).

Gubernur mengakui bantuan untuk pembangunan Masjid Asrama Haji akan diberikan secara bertahap hingga rampung serta fasilitas pelengkapnya guna mendukung asrama haji sebagai embarkasi haji antara di Provinsi Maluku.

Menurut mantan Dankorps Brimob Mabes Polri itu membangun dan memakmurkan masjid merupakan perintah agama, bukan hanya sekadar memelihara dan melestarikan warisan, tetapi juga berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan.

"Pembangunan masjid asrama haji selain sebagai wujud kecintaan umat Islam di Maluku untuk memupuk dan menyebarkan nilai-nilai keislaman, juga memupuk persatuan ukhuwah dan persaudaraan antarsesama jemaah calon haji yang datang dari berbagai daerah," katanya.

Keberadaan Masjid Ismail Murad jika rampung, kata dia, diharapkan menjadi pusat aktivitas umat Islam dalam kegiatan ibadah keumatan, pengembangan dakwah serta peradaban Islam di Maluku.

Kakanwil Kemenag Maluku Djamaluddin Bugis menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Maluku atas kepedulian dan dukungan penuh terhadap pembangunan bidang agama dan keagamaan, termasuk pembangunan masjid asrama haji.

Pembangunan masjid tersebut hingga rampung, menurut Djamaluddin diperkirakan menghabiskan dana sebesar Rp.5 miliar.

Selain mendukung pembangunan masjid, katanya, pemprov juga telah mengeluarkan rekomendasi dan ikut mendorong ditetapkannya Asrama Haji Maluku sebagai embarkasi haji antara serta memfasilitasi terbitnya peraturan daerah (perda) haji dan lainnya.

Dia menambahkan peletakan batu pertama pembangunan masjid disatukan dengan pelatihan Dai pembangunan Maluku, diikuti 564 peserta yang merupakan para penyuluh agama Islam, penghulu, Kepala KUA dan seluruh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam se-Maluku.

Pelatihan itu bertujuan mengoptimalisasikan fungsi dan peran Dai sebagai corong atau beranda pemerintah dalam menyampaikan pesan pembangunan di Maluku, demikian Djamaluddin Bugis .


Baca juga: Khatib Masjid Raya Alfatah sebut obat ampuh COVID-19 kesabaran-iman

Baca juga: Pemprov targetkan pembangunan Masjid Raya tuntas 2021

Baca juga: ACT Maluku sediakan sarapan bergizi bagi jamaah masjid di Ambon

Baca juga: Dengan protokol kesehatan, masjid di Ambon selenggarakan shalat id

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel