Untuk Memulai Kebiasaan Baru Kita Perlu Membuat Tenggat Waktu

Fimela.com, Jakarta Mengubah kebiasaan lama memang tidak mudah. Mengganti kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik pun kadang butuh proses yang tak sebentar. Membuat perubahan dalam keseharian dan hidup selalu memiliki perjuangannya sendiri. Melalui Lomba Change My Habit ini Sahabat Fimela berbagi kisah dan tulisannya tentang sudut pandang serta kebiasaan-kebiasaan baru yang dibangun demi hidup yang lebih baik.

***

Oleh: Ika Nursamsiah

Kalau ditanya apa kebiasaan buruk yang ingin saya ubah agar kehidupan saya menjadi lebih baik? Mungkin jawabannya adalah kebiasaan bangun siang. Dulu saya sulit sekali bangun pagi, padahal saya tidak begadang. Dan lagi bangun pagi harusnya bukan sebuah kesulitan kan? Karena pemeluk agama Islam diwajibkan melakukan salat subuh, yang otomatis kita harus bangun pagi. Tapi bagi saya itu sulit sekali. Mungkin ini memang kebiasaan saya sejak remaja dan terbawa sampai saya saya jadi ibu rumah tangga.

Bangun siang sejatinya adalah awal masalah dimulainya hari. Ketika bangun siang saya seperti ketinggalan dalam segala hal. Pertama sudah pasti saya ketinggalan salat subuh. Kemudian muncul berbagai masalah hanya karena bangun siang. Ketinggalan tukang ayam langganan, telat bawa sampah ke depan alhasil mobil sampah keburu lewat, terburu-buru bikin sarapan, anak juga kalau mamanya bangun kesiangan suka rewel, dan akhirnya mood pun berantakan.

Bangun siang ternyata banyak ruginya. Selain masalah di atas, ternyata kebiasaan ini membuat saya merasa kehilangan waktu, seakan-akan waktu terasa cepat sekali berlalu tapi saya tidak bisa menyelesaikan apa pun dengan baik dan tepat waktu. Sadar akan hal itu saya pun ingin berubah. Saya harus mengubah kebiasaan bangun siang. Saya tidak mau hal ini dicontoh oleh anak saya.

Bangun Pagi

Bangun pagi dengan semangat./Copyright shutterstock.com/g/Boyloso

Hal pertama yang saya coba lakukan agar bisa bangun pagi adalah dengan membuat alarm. Saya setting jam setengah lima pagi. Ya setelah bangun saya langsung menyelesaikan keperluan pribadi saya. Lalu lanjut mengerjakan satu per satu pekerjaan rumah tangga saya. Alhamdulillah, saya bisa melakukannya dengan konsisten.

Untuk selanjutnya malah saya tidak memerlukan alarm lagi agar bisa bangun pagi. Sepertinya tubuh saya sudah otomatis terbangun sendiri kalau sudah jamnya bangun. Mungkin memang benar untuk memulai kebiasaan baru kita perlu memiliki tenggat waktu. Misal dalam 14 hari alias dua minggu cobalah lakukan apa yang ingin kita ubah. Kebiasaan ini akan mengubah otak kita agar terbiasa melakukannya. Mungkin dalam 14 hari kita belum bisa menilai apakah kita berhasil melakukannya atau tidak tapi biasanya sih tingkat keberlangsungannya tinggi. Kita akan merasa aneh sendiri jika sehari saja terlewatkan.

Setelah terbiasa bangun pagi banyak hal baik terjadi pada saya. Selain pekerjaan rumah tangga yang bisa diselesaikan dengan baik, mood jadi oke seharian membuat saya selalu semangat dengan anak dan suami. Kunci sukses ternyata berawal dari bangun pagi, jadi jangan sampai malas bangun pagi atau kamu akan rugi. Nggak mau, kan?

#ChangeMaker