Untuk Para Ayah, Begini Panduan Cara Mengubur Ari-ari Bayi yang Baik

Lutfi Dwi Puji Astuti
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pasca melahirkan, ada ritual penting yang harus dilakukan oleh para ayah, yakni mengubur ari-ari. Seperti diketahui, saat dilahirkan, plasenta yang melindungi tubuh bayi di dalam kandungan juga ikut keluar. Plasenta adalah jaringan yang bertugas menyalurkan oksigen dan makanan kepada janin dan disebut sebagai ari-ari dalam bahasa Jawa.

Nah, pada umumnya, ari-ari ini akan dikuburkan oleh ayah. Kenapa ari-ari harus dikubur? Perlu disadari, mustahil janin bisa bertahan di perut ibu jika tidak mendapatkan pasokan makanan. Untuk itulah, ari-ari memiliki fungsi yang vital untuk janin. oleh karenanya, untuk menghormati "teman bayi" ini selama dalam kandungan ibu, sudah menjadi kebiasaan, para orangtua menguburkannya di tempat yang layak setelah si kecil lahir ke dunia.

Untuk mengubur ari-ari, ada tata caranya dan tidak boleh dilakukan sembarangan. Umumnya, proses penguburan ari-ari mengikuti adat, tradisi, bahkan seringpula disesuaikan menurut panduan dari tokoh agama.

Setelah ibu melahirkan dan ari-ari dikeluarkan, umumnya ari-ari ini harus segera dikuburkan setidaknya kurang dari 24 jam setelah bayi lahir agar tidak terjadi pembusukan.

Tapi ada juga orangtua yang membiarkan ari-ari tetap terhubung dengan bayi hingga tali pusarnya lepas sendiri. Ini dikenal dengan istilah lotus birth.

Untuk para ayah yang ingin menguburkan ari-ari si kecil, berikut panduannya, cara mengubur ari-ari yang baik, mulai dari dicuci, dibungkus kain putih, ditaburi garam, asam jawa, jeruk nipis, juga harus tahu bagaimana cara menggali tanah tempat mengubur ari-ari hingga membacakan salawat. Cek panduan selengkapnya cara mengubur ari-ari yang baik dengan klik tautan ini.