Untuk Pernikahan yang Bahagia, Carilah Pasangan dengan Urutan Lahir Ini

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Urutan lahir seseorang bisa memengaruhi pembentukan karakter dan kepribadiannya. Tak heran banyak di antara kita yang selalu mempertimbangkan urutan lahir seseorang sebelum memutuskan untuk menjalin hubungan dengannya. Sebab kita perlu waktu yang cukup untuk mengenal karakternya lebih dalam lagi.

Ada penjelasan menarik terkait pernikahan yang bahagia dan pasangan dengan urutan lahir tertentu. Dr. Kevin Leman, seorang psikolog dan penulis lebih dari 50 buku laris, seperti yang dilansir dari laman CBN, menjelaskan bahwa menikah dengan pasangan dengan urutan lahir yang sama (seperti sesama sulung atau sesama bungsu) bisa memicu masalah. Dari pengalamannya memberi konseling, Leman memiliki kesimpulan menarik.

TERKAIT: 5 Hal yang Bisa Dilakukan saat Merasa Belum Menemukan Pekerjaan yang Tepat

TERKAIT: 5 Hal yang Bisa Dilakukan saat Merasa Belum Menemukan Pekerjaan yang Tepat

TERKAIT: Cara Terbaik Menghadapi Orang yang Meremehkanmu adalah Tidak Memedulikannya

Pasangan dengan Urutan Lahir yang Berlawanan

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/bluefinpim
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/bluefinpim

Untuk pernikahan yang bahagia, Leman menyarankan untuk mencari seseorang yang urutan lahirnya berlawanan dengan dirimu. Misal, kamu seorang anak sulung, maka coba cari pasangan yang merupakan anak bungsu. Atau kalau kamu seorang anak tunggal, bisa coba cari anak bungsu untuk dijadikan pasangan.

Pasangan dengan urutan lahir yang berbeda atau berlawanan bisa memiliki pernikahan yang bahagia. Para psikolog telah melakukan penelitian-penelitian yang membuktikan teori ini. Menurut penelitian mereka, anak tunggal dan anak sulung bisa jadi pasangan yang sempurna, diikuti anak sulung dan anak bungsu. Selanjutnya, anak tengah bisa sangat cocok dengan anak bungsu.

Hanya saja perlu digarisbawahi bahwa urutan lahir bukan satu-satunya jaminan pernikahan bahagia. Urutan lahir hanya salah satu indikator soal masalah atau tekanan yang mungkin akan ditemukan oleh pasangan dalam pernikahan terkait karakter atau kepribadiannya. Sesama anak sulung atau sesama anak bungsu pun tetap punya peluang untuk membangun pernikahan yang harmonis.

Tetap kenali kelebihan dan kekurangan pasangan dengan baik. Dengan begitu, kita bisa mencari jalan keluar terbaik dan membangun komunikasi yang tepat dalam menyelesaikan masalah yang muncul dalam hubungan.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel