Untung Ada Manusia Genderuwo

Laporan Wartawan Tribun Medan, Liston Damanik

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Rasa kecewa anggota DPRD Medan A Hie karena minimnya koleksi Kebun Binatang Medan agak terobati dengan adanya pertunjukan manusia kepiting dan manusia genderuwo.

Ketua Komisi C ini mengatakan dirinya sempat tersesat ke Deliserdang dalam perjalanan menuju Kebun Binatang yang letaknya di daerah pinggiran kota tersebut.

Alangkah kecewanya A Hie saat sampai di kebun binatang karena yang dilihatnya hanyalah burung-burung dan sedikit hewan buas. “Sangat tidak pas dikatakan kebun binatang. Jangankan wisatawan luar negeri, wisatawan lokal pun kecewa,” ujarnya.

Untungnya, lanjut A Hie, PD Pembangunan yang merupakan pengelola menyediakan beberapa atraksi seperti odong-odong dan penyewaan gajah. Atraksi lain yang tak kalah menarik adalah penampilan dua sosok ganjil, manusia kepiting dan manusia genderuwo.

“Ya saya patut mensyukuri karena PD Pembangunan berinisiatif menjalin kerjasama untuk menghadirkan atraksi ini sehingga pengunjung bisa terhibur. Saya termasuk yang menikmati,” katanya.

A Hie pun berfoto-foto dengan dua makhluk ganjil yang didatangkan dari Pulau Jawa ini. Manusia kepiting, katanya, disebut demikian karena tangan dan kakinya seperti capit akibat jari-jarinya yang hanya ada dua.

A Hie pun tidak jeri berfoto di samping manusia genderuwo yang bertampang sangar itu. Ia sempat berbincang dengan sosok yang mengaku keturunan makhluk halus itu. “Katanya sewaktu ayahnya ke hutan, ibunya diperkosa genderuwo yang menyaru seperti ayahnya. Maka itulah ia lahir seperti itu,” katanya. (ton/tribun-medan.com)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.