Untung Rugi Dokter Terawan Dipecat dari IDI

·Bacaan 3 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) segera melaksanakan rekomendasi Muktamar XXXI untuk memberhentikan secara permanen mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dari keanggotaan IDI. Keputusan PB IDI dipastikan keluar setelah 25 April 2022.

Sumber dari internal PB IDI mengungkap, untung rugi jika dokter Terawan dipecat permanen. Menurutnya, pemecatan bekas Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto itu tidak akan berpengaruh ke izin praktik.

Sebab, izin praktik dokter bukan diterbitkan IDI. Melainkan dikeluarkan pemerintah yang diwakilkan kepada Dinas Kesehatan. Namun, IDI berperan memberikan rekomendasi kepada pemerintah sebelum izin praktik dokter terkait dikeluarkan.

"Dinas Kesehatan menerima rekomendasi-rekomendasi (dari IDI). Tapi pada prinsip yang mengeluarkan izin seseorang untuk berpraktik ya pemerintah daerah, dalam hal ini diwakili Dinas Kesehatan," jelasnya kepada merdeka.com, Senin (25/4).

Rugikan Masyarakat

Di sisi lain, banyak kerugian bagi dokter yang dipecat permanen dari keanggotaan IDI. Misalnya, dia tidak mendapat jaminan kualitas, tak mendapat workshop, seminar, lokakarya yang berdampak pada SKP (Satuan Kredit Profesi).

Padahal, kegiatan tersebut sangat penting untuk menjaga kualitas profesi dokter dalam menjalankan tugasnya. "SKP itu untuk menjaga seseorang dokter itu terus terupdate," ucapnya.

Menurut sumber ini, dokter yang diberhentikan permanen dari IDI bukan hanya merugikan dokter itu sendiri. Tapi juga merugikan masyarakat, bahkan bisa membahayakan bagi pasien yang ditangani.

Karena praktik yang dijalankan dokter tersebut tidak lagi bersandar pada standar profesi kedokteran.

"Kalau tidak ada organisasi profesi yang menaungi dia, yang dirugikan masyarakat sendiri," katanya.

Rekomendasi Muktamar XXXI

Muktamar XXXI PB IDI yang diselenggarakan di Kota Banda Aceh pada 22 hingga 25 Maret 2022 merekomendasikan pemberhentian secara permanen Terawan Agus Putranto dari keanggotan IDI.

Rekomendasi pemberhentian permanen dokter Terawan ini merujuk pada surat tim khusus MKEK Nomor 0312/PP/MKEK/03/2022. Melalui surat tersebut diputuskan dan ditetapkan tiga hal.

Pertama, meneruskan hasil keputusan rapat sidang khusus MKEK yang memutuskan pemberhentian permanen sejawat Prof Dr dr Terawan Agus Putranto, SpRad(K), sebagai anggota IDI.

Kedua, pemberhentian Terawan dilaksanakan oleh PB IDI selambat-lambatnya 28 hari kerja. Ketiga, ketetapan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan yakni 25 Maret 2022.

Diputus Setelah 25 April 2022

PB IDI memastikan akan melaksanakan rekomendasi Muktamar XXXI untuk memberhentikan secara permanen dokter Terawan dari keanggotan IDI setelah 25 April 2022.

"Jadi setelah pelantikan (Adib Khumaidi sebagai Ketua Umum PB IDI), mungkin setelah tanggal 25 ya, putusan atas rekomendasi itu akan dilaksanakan oleh IDI," kata Juru Bicara PB IDI, Beni Satria, Rabu (20/4).

Beni menegaskan rekomendasi Muktamar merupakan keputusan tertinggi dalam sebuah organisasi. Rekomendasi itu sudah disepakati ketua IDI cabang-wilayah dan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) cabang-wilayah.

"Jadi karena ini amanah dan hierarki putusan tertinggi, maka atas rekomendasi MKEK, IDI akan segera melakukan tugasnya mengeksekusi putusan tadi," katanya.

PB IDI mengaku siap menghadapi reaksi publik atas putusan rekomendasi Muktamar XXXI. Beni menegaskan, setiap keputusan IDI merujuk pada anggaran dasar organisasi profesi kedokteran.

"Apapun keputusan yang akan IDI ambil, kita akan siap hadapi. Karena ini bagian dari berorganisasi, PB IDI mendapatkan amanah menjalankan putusan Muktamar sesuai dengan ADR dan tatalaksana anggota," ucapnya. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel