Upaya Bandung Lawan COVID-19 dengan Vaksinasi dan Penutupan Wisata

·Bacaan 3 menit

VIVA – Penyebaran virus corona di Kota Bandung masih diwaspadai menular dalam jumlah tinggi meski protokol kesehatan pencegahan COVID-19 digalakkan untuk dipatuhi. Vaksinasi dinilai menjadi cara ampuh untuk menciptakan kekebalan kelompok.

Pemerintah Kota Bandung bekerja sama dengan Gojek dan Halodoc akan menyelenggarakan vaksinasi massal bagi ribuan lansia dan mitra Gojek di Kota Bandung. Sebanyak 10.000 orang ditetapkan untuk divaksin di Monumen Perjuangan pada 27 Mei-10 Juni 2021. Harapannya, herd immunity atau kekebalan kelompok bisa terakselerasi.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Bandung Girindra Wardhana mengungkapkan, jumlah penerima vaksinasi COVID-19 bagi kelompok lansia di Kota Bandung masih cukup rendah, yakni 97 ribu lansia yang sudah tervaksinasi.

Menurutnya, angka itu masih rendah karena total target sasaran sebanyak 305 ribu lansia. Maka dengan hadirnya vaksinasi massal bersama Gojek diharapkan bisa membantu memperoleh target yang telah ditetapkan.

"Sasaran lansia masih cukup rendah capaiannya. Ini terjadi karena beberapa kondisi kesehatan lansia dan kurangnya akses informasi kepada mereka," kata Girindra di Bandung, Rabu, 26 Mei 2021.

Girindra mengatakan, dari 10.000 sasaran, di antaranya 5.000 lansia yang sebelumnya telah mendaftar. Namun bagi lansia yang akan mendaftar secara langsung juga diperkenankan dengan syarat membawa KTP.

"Nanti tetap kami bantu dan layani. Karena semuanya 'drive thru'. Nanti Gojek sediakan transportasinya. Jadi lansia akan naik kendaraan untuk mengikuti alur yang sudah disediakan," ujarnya.

Karena lansia merupakan kelompok rentan, untuk memudahkan mengikuti vaksinasi, Gojek menawarkan dua pilihan, yaitu penjemputan secara langsung ke rumah dan memberikan voucher Gocar sebesar Rp30.000.

"Harapannya bagaimana semua lansia di Kota Bandung bisa divaksin COVID-19. Mereka adalah kelompok yang sangat rentan dengan kondisinya. Kami pemerintah hadir untuk menjamin kesehatan lansia dengan hadirnya program vaksinasi COVID-19," katanya.

Dinas terus berupaya mempercepat vaksinasi bagi lansia dengan tetap melakukannya di Puskesmas, rumah sakit, dan pos-pos pelayanan vaksinasi. Namun karena prosesnya harus lebih hati-hati maka jumlah yang didapatkan pun tidak banyak.

"Per hari sangat bervariatif, terendah 20 dan tertinggi 100 orang. Jadi bagaimana masing-masing puskesmas mengelola data sasaran kemudian bekerja sama dengan RT/RW untuk mengajak lansia," katanya.

Objek wisata ditutup

Pemerintah juga menutup kawasan wisata di Kota Bandung untuk mempercepat upaya memutus rantai penularan COVID-19. Sejumlah objek wisata di Kota Bandung ditutup untuk sementara waktu mulai 23 Mei hingga 1 Juni 2021.

Objek wisata yang ditutup, di antaranya Bandung Zoologucal Garden (Kebon Binatang Bandung), Karang Setra Water Land, Saung Angklung Udjo, Taman Ade Irma Suryani (Taman Lalu Lintas), Trans-Studio Bandung, dan Kiara Artha Park.

Penutupan itu berdasarkan surat pemberitahuan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Bandung yang ditandatangani oleh Ketua Pelaksana Harian Satuan Tugas Tingkat Kota Bandung, Ema Sumarna.

"Penutupan berdasarkan intruksi dari Presiden RI Joko Widodo sebagai upaya tindakan pengendalian COVID-19 khususnya yang bisa menimbulkan kerumunan massa," ujar Ema, yang juga Sekda Kota Bandung, dalam surat itu.

Pemerintah terus mengingatkan masyarakat bahwa cara yang paling efektif untuk mencegah penularan COVID-19 ialah dengan mematuhi protokol kesehatan dan selalu menerapkan 3M: memakai masker, menjaga jarak, dan jauhi kerumunan serta mencuci tangan pakai sabun.

#ingatpesanibu
#satgascovid19
#pakaimasker
#cucitanganpakaisabun
#jagajarak

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel