Upaya Cepat Tanggap Pemulihan Pasca Gempa Majene

·Bacaan 2 menit

VIVA – Bencana gempa bumi 6,2 magnitudo yang mengguncang Majene dan Mamuju Sulawesi Barat pada Jumat (15/1/2021) silam, masih menyisakan trauma bagi masyarakat setempat.

Proses pemulihan pascabencana terus berjalan, seperti sekolah sudah mulai difungsikan untuk kegiatan belajar formal secara luring. Namun berbagai strategi pemulihan pascabencana masih perlu ditingkatkan.

Ahmad Abbas yang saat ini masih aktif sebagai dosen di STAIN Majene, bersama rekan-rekan Peneleh Research Institute, kembali bergerak untuk melaksanakan kegiatan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak gempa. Kegiatan dilakukan dengan memberi beberapa donasi dan menelusuri strategi yang efisien untuk pemulihan pascabencana Majene.

Ahmad Abbas, yang juga merupakan Alumni Bakrie Graduate Fellowship 2015 bersama rekan-rekannya melaksanakan kegiatan kemanusiaan pada tanggal 4 Juni 2021 lalu di dusun Petakeang dan Talange Lingkungan Tapalang Majene Sulawesi Barat.

Berdasarkan kunjungan dan diskusi dengan masyarakat terdampak, sejauh ini masyarakat belum sepenuhnya mendapatkan bantuan pendanaan dari pemerintah setempat.

Para aktivis relawan riset di Peneleh Research Institute (sebuah lembaga riset yang berfokus pada gerakan sosial budaya kemasyarakatan) bergerak secara aktif memberi beberapa donasi. Pertama, donasi berupa bantuan sembako.

Kedua, donasi berupa karpet untuk kebutuhan masjid Al Ikhlas Talange Lingkungan. Dua donasi tersebut diwujudkan berdasarkan kebutuhan masyarakat dusun Petakeang dan Talange, Sulawesi Barat, yang disampaikan pada kunjungan Ahmad Abbas beserta relawan dari Peneleh Research Institute dan rekan-rekan dosen Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) sebelumnya.

Simbolis Penyerahan Bantuan kepada Imam Masjid Al-Ikhlas Lingkungan Talange (Dok.Pribadi)
Simbolis Penyerahan Bantuan kepada Imam Masjid Al-Ikhlas Lingkungan Talange (Dok.Pribadi)

Simbolis Penyerahan Bantuan kepada Imam Masjid Al-Ikhlas Lingkungan Talange (Dok.Pribadi)

“Sebenarnya tindakan lebih lanjut yang sangat kami rencanakan adalah pemberdayaan hingga pendampingan potensi masyarakat melalui pengembangan usaha tani”, tutur Ahmad Abbas.

Bantuan yang direncanakan oleh Ahmad Abbas dan rekan-rekannya tidak hanya perihal materi. Pemberdayaan menjadi bagian penting dalam upaya pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat.

Pemberdayaan pengembangan usaha tani dipilih berdasarkan potensi yang beragam seperti, usaha tani ternak, usaha tani sayuran, dan usaha tani ikan di Majene. “Pemberdayaan semacam itu cukup potensial untuk dikembangkan dalam memulihkan kembali ekonomi masyarakat terdampak bencana,” tutur Ahmad Abbas.

Pemberdayaan hingga pendampingan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. “Untuk melakukan pemberdayaan dan pendampingan bagi mereka, kami berharap ada sinergi CSR dari pihak lembaga atau perusahaan,” lanjutnya. (Fadhil Machmud)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel