Upaya Diplomatik Jokowi Undang Rusia & Ukraina Dinilai Demi Jaga Keutuhan G20

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo mengambil langkah diplomatik dengan mengundang Ukraina dan memastikan kehadiran Rusia dalam Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali. Langkah Jokowi ini dinilai sebagai langkah yang strategis mempertahankan keutuhan G20. Sebagai tanggungjawab Indonesia pemegang mandat Presidensi G20.

Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia menilai kehadiran Ukraina dalam G20 sebagai bentuk kompromi tekanan Amerika Serikat dan sekutunya dan Rusia yang terindikasi sama-sama memanfaatkan forum G20 sebagai perpanjangan konflik. Langkah Jokowi dinilai tepat daripada harus mengeluarkan Rusia dari forum G20.

"Undangan ini lebih baik daripada memenuhi permintaan yang tinggi dari AS untuk mengeluarkan Rusia dalam forum G20," katanya, Sabtu (30/4).

Hikmahanto berharap undangan tersebut dapat diterima Rusia karena Ukraina bukan negara anggota. "Undangan kepada Ukraina dapat diterima oleh Rusia karena kehadiran Ukraina tidak sebagai negara anggota." ujarnya.

Kehadiran Ukraina dan Rusia, menurut dia, membuat AS dan negara sekutunya tidak ada alasan untuk memboikot KTT G20.

"Intinya dengan undangan ke Ukraina semua kepala pemerintahan dan kepala negara G20 akan hadir dan membahas persoalan penting dunia yaitu pertumbuhan ekonomi dunia dan pelestarian lingkungan," ujar Hikmahanto.

Sebelumnya, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy menyampaikan diundang Presiden Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi untuk menghadiri KTT G20 di Bali pada Oktober mendatang.

"Sempat berbincang dengan Presiden @jokowi. Terima kasih telah mengundang saya ke KTT @g20rg," tulisnya di Twitter, dikutip dari Al Arabiya, Kamis (28/4).

Ukraina bukan anggota G20, tapi negara yang menjadi ketua presidensi G20 bisa mengundang negara non anggota sebagai tamu.

Istana Kepresidenan dan Kementerian Sekretaris Negara belum menanggapi permintaan komentar dari Reuters terkait undangan ini.

Sementara itu, Jokowi mengatakan Presiden Rusia, Vladimir Putin akan hadir di konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 pada November mendatang. Hal itu disampaikan Putin lewat sambungan telepon kepada Jokowi pada Kamis (28/4).

"Dalam kesempatan tersebut Presiden Putin menyampaikan terima kasih atas undangan KTT G20 dan beliau menyatakan akan hadir," kata Jokowi.

Jokowi menekankan agar perang segera diakhiri. Solusi damai terus diutamakan. Indonesia juga siap berkontribusi dalam upaya damai itu.

"Saya ingin menekankan bahwa Indonesia ingin menyatukan G20 jangan sampai ada perpecahan, perdamaian dan stabilitas adalah kunci bagi pemulihan dan pembangunan ekonomi dunia," pungkasnya. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel