Upaya India Menekan Angka Penyebaran dan Kematian Warganya Akibat COVID-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sejak merebaknya pandemi COVID-19, India bersikap proaktif untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat.

Hal ini disebut membantu India menahan penyebaran virus seperti yang ditunjukkan oleh angka. Meskipun populasinya besar, jumlah totalnya orang yang terinfeksi di India sekitar 10.847.304 dan total kematian 155.158 pada 9 Februari 2021.

Dalam rilis yang diterima Liputan6.com dari Kedutaan Besar India di Jakarta, menyebutkan bahwa Fokus India adalah mengurangi kematian dengan penyediaan yang lebih baik peralatan medis, termasuk ventilator, tabung oksigen, dan lain-lain di rumah sakitnya.

"Saat India meningkatkan produksi masker, tabung oksigen, ventilator dan peralatan medis lainnya, juga berbagi hal sama dengan semua negara mitra. Tahun lalu India memasok obat-obatan ketika pandemi dimulai, dan peralatan medis untuk lebih dari 150 negara," kata Manoj K. Bharti Duta Besar India untuk RI.

"Sejalan dengan tindakan untuk mengatasi penyakit, mengurangi kematian dan meningkatkan fasilitas medis, ilmuwan India, ahli bioteknologi dan industri farmasi memimpin dalam penelitian vaksin, pengembangan dan manufaktur untuk memenuhi tidak hanya permintaan domestik tetapi juga kebutuhan global."

"Sejauh ini India telah memberikan otorisasi penggunaan darurat untuk dua vaksin yang diproduksi oleh Serum Institute of India dan Bharat Biotech. Terdapat empat vaksin lainnya dalam berbagai tahap uji klinis."

Setidaknya dua dari vaksin tersebut, termasuk vaksin kedua buatan anak bangsa yang sedang dikembangkan oleh Zydus Cadila, akan diberikan otorisasi dalam beberapa minggu mendatang.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Pelatihan Pengujian COVID-19

Orang-orang mengenakan masker saat mereka berbelanja menjelang Diwali atau tradisi perayaan festival cahaya di Mumbai, India, Minggu (8/11/2020). India saat ini menjadi negara kedua yang paling parah terdampak virus corona atau Covid-19 setelah Amerika Serikat. (AP Photo/Rajanish Kakade)
Orang-orang mengenakan masker saat mereka berbelanja menjelang Diwali atau tradisi perayaan festival cahaya di Mumbai, India, Minggu (8/11/2020). India saat ini menjadi negara kedua yang paling parah terdampak virus corona atau Covid-19 setelah Amerika Serikat. (AP Photo/Rajanish Kakade)

Untuk berbagi pengalaman, Dubes Manoj mengatakan India telah menyelenggarakan sejumlah pelatihan program online untuk pengujian COVID-19, praktik klinis, manajemen kasus, pengembangan dan pengiriman vaksin dll di mana lebih dari 1000 peserta dari negara-negara Asia, Asia Tenggara dan Afrika berpartisipasi.

India juga telah menyelenggarakan sebuah program pelatihan yang meliputi aspek administrasi dan operasional pada 19-20 Januari 2021 untuk pengelola imunisasi, petugas pengatur suhu (cold chain officers), petugas komunikasi dan manajer data negara mitra, keduanya di tingkat nasional dan tingkat provinsi.

Lebih dari 150 ahli dari negara tetangga berpartisipasi dalam program pelatihan ini.

"Sejak peluncuran Vaksin COVID-19 di India pada 16 Januari 2021, India mulai memasok vaksin ke negara-negara tetangga dan mitra pada 20 Januari 2021. Seperti yang dikatakan Perdana Menteri Modi dari memproduksi peralatan APD hingga menjadi apotek untuk dunia, negara kita telah berubah dari kekuatan ke kekuatan. Negaga kita juga menjadi sumber dukungan untuk dunia selama krisis. India berada di garis depan dalam mengembangkan vaksin Covid-19."

Simak video pilihan di bawah ini: