Upaya Jatim Ajak Investor Kembangkan Industri Hijau

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Surabaya - Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Jawa Timur Aris Mukiyo menyatakan, pihaknya mengajak investor untuk mengembangkan industri hijau di Jatim. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui forum "Green Industry as the Capital and Acceleration for Future Industrial Development", yang digelar virtual pada Kamis 30 September.

"Forum bisnis yang dihadiri puluhan investor dan perwakilan pengusaha dari berbagai negara secara virtual ini untuk mendukung realisasi industri hijau di Jawa Timur," katanya, Jumat (1/10/2021), dikutip dari Antara.

kehadiran para investor dan pengusaha dalam forum bisnis virtual tersebut membuktikan bahwa Jawa Timur masih menjadi daya tarik di sektor investasi.

Aris menyebut sektor investasi di Jawa Timur termasuk paling besar secara nasional. Hingga Juli lalu, di tengah pandemi virus corona (COVID-19), sektor investasi Jawa Timur tercatat sudah mencapai Rp 34,9 triliun.

"Promosi potensi terus dilakukan pemerintah provinsi untuk menarik perhatian investor. Di sisi lain, ada program pemerintah yang diberi nama 'green industry' atau industri hijau. Itu sebuah keniscayaan yang harus diwujudkan," ujarnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kriteria Industri Hijau

Ada beberapa kriteria yang wajib diterapkan pada industri hijau. Antara lain efisiensi penggunaan energi, pengelolaan lingkungan produksi mulai dari awal hingga akhir, serta menggunakan bahan baku terbarukan.

Aris ingin melalui forum bisnis tersebut memberi gambaran pada investor tentang potensi Jawa Timur, sekaligus merima penjelasan konsep industri hijau yang sedang digencarkan pemerintah.

"Intinya kami ingin mempertemukan investor dengan potensi bisnis di Jawa Timur, setelah bertemu lalu klik, maka investasi berjalan," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel