Upaya Kementerian Koperasi dan UKM Bawa UMKM Go Digital

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM menyatakan terus berupaya mendorong UMKM untuk go digital. Salah satu caranya dengan menggandeng beberapa perusahaan fintech.

Salah satunya adalah perusahaan rintisan dengan aplikasinya bernama CrediBook. Seperti diketahui, CrediBook dinobatkan sebagai juara pertama Pahlawan Digital UMKM 2020 dari Kementerian Koperasi dan UKM.

Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM, Fiki Satari, mengakui bahwa inovasi digital yang dihadirkan CrediBook dapat berkontribusi terhadap percepatan digitalisasi UMKM secara sistemik.

“Struktur populasi usaha di Indonesia itu nyatanya didominasi usaha mikro, di mana sebagian besar dari pemilik usaha kecil masih bekerja secara konvensional. Baik itu pelaku usaha di sektor makanan & minuman, aneka barang konsumsi, kerajinan, hingga material bangunan, mereka masih sangat manual termasuk dalam hal pencatatan keuangan," katanya, Kamis (4/2/2021).

Dirinya melihat dengan adanya CrediBook, para pelaku UMKM dari sektor mana pun dapat dengan mudah mengelola keuangannya lewat satu aplikasi; bahkan dapat membentuk sebuah ekosistem usaha berbasis digital.

Tentu ini bersinergi dengan usaha pemerintah dalam menggenjot kembali sektor UMKM yang melemah akibat pandemi. Sudah menjadi salah satu fokus KemenkopUKM untuk dapat membawa sektor UMKM melek digital alias transformasi digital secara menyeluruh.

Fiki yang juga terlibat sebagai juri di ajang Pahlawan Digital UMKM 2020; penghargaan bagi para inovator muda tanah air yang berhasil membawa UMKM go digital, melanjutkan bahwa di tengah situasi sulit seperti sekarang, kolaborasi dengan berbagai pihak sangat penting dalam menghadirkan solusi-solusi cerdas demi kemajuan UMKM nasional yang menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.

Pengakuan dari Kementerian Koperasi dan UKM terhadap CrediBook merupakan titik awal kolaborasi demi meningkatkan edukasi keuangan dan teknologi di kalangan masyarakat Indonesia khususnya pelaku UMKM.

CrediBook akan turut mendukung langkah strategis Kementerian Koperasi dan UKM mulai dari intervensi dalam peningkatan kualitas SDM hingga perbaikan proses bisnis.

“Kami sangat optimis bahwa CrediBook yang telah genap berusia satu tahun pada 27 Januari lalu dapat semakin melaju. Solusi pengelolaan keuangan dari CrediBook akan terus kami kembangkan sehingga dapat menjangkau lebih banyak sektor usaha. Kami ingin mengakomodir berbagai jenis usaha melalui layanan yang disesuaikan dengan cara pemilik usaha bekerja setiap harinya. Sehingga CrediBook dapat terus digunakan oleh pelaku UMKM Indonesia dan berkontribusi untuk mengantarkan UMKM ke dalam pengelolaan keuangan berbasis digital,” kata CEO CrediBook, Gabriel Frans.

500 Ribu Pengguna

Pengrajin saat merapikan produk yang dijual di Kios Jakpreneur di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (3/2/2021). Terdapat 3 Kios Jakpreneur yang menjual berbagai produk UMKM dalam negeri, mulai dari kerajinan tangan hingga beragam jenis kuliner. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Pengrajin saat merapikan produk yang dijual di Kios Jakpreneur di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (3/2/2021). Terdapat 3 Kios Jakpreneur yang menjual berbagai produk UMKM dalam negeri, mulai dari kerajinan tangan hingga beragam jenis kuliner. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Saat ini, CrediBook mampu menarik lebih dari 500 ribu pengguna yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia dengan fokus kepada para pelaku UMKM agar mereka dapat mengelola keuangan usahanya secara modern dan profesional.

Lebih lanjut, Gabriel mengatakan bahwa CrediBook baru saja menerima pendanaan pra-seri A dari Wavemaker Partners, Alpha JWC Ventures, dan Insignia Ventures Partners. Pendanaan tersebut tentunya merupakan langkah besar dalam mengembangkan aplikasi CrediBook.

Selain memiliki fungsi utama sebagai pencatatan keuangan usaha, CrediBook turut dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti pengiriman pesan tagihan, pembayaran tagihan atau transaksi keuangan di dalam aplikasi, hingga pengajuan pinjaman modal usaha.

Solusi menyeluruh dalam mengelola berbagai transaksi keuangan tersebut diharapkan dapat mendorong produktivitas UMKM yang memiliki potensi sangat besar. Data Badan Pusat Statistik 2020 menunjukkan bahwa UMKM memiliki kontribusi sebesar 60,3 persen dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Selain itu, UMKM menyerap 97 persen dari total tenaga kerja dan 99 persen dari total lapangan kerja. Potensi tersebut tentu perlu dikelola dengan baik terutama melihat tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan digitalisasi UMKM. Di mana dari 64,2 juta unit UMKM, hanya 13 persen nya yang memanfaatkan teknologi digital dalam mengelola usahanya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: