Upaya Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Flores NTT Manfaatkan Objek Wisata Kemah Tabor

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Berbagai lapisan masyarakat berupaya mendukung pemerintah dalam menuntaskan program vaksinasi nasional, demi menangani pandemi Covid-19. Salah satunya lewat pemanfaatan objek wisata Kemah Tabor untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).

Komunitas Indonesia Lawan Libas Covid-19 atau KILL Covid-19 melaksanakan vaksinasi massal untuk warga Desa Mataloko, Bajawa, Ngada, NTT, dalam rangka perjuangan melawan virus Corona di Flores.

"Vaksinasi kepada warga sebanyak 350 orang membantu Puskesmas dan Dinas Kesehatan di Bajawa dalam memberikan vaksinasi," tutur Ketua Umum KILL Covid-19, Adharta Ongkosaputra dalam keterangannya, Sabtu (11/9/2021).

Menurut Adharta, kegiatan tersebut melibatkan dokter dan tenaga kesehatan dari Yellow Clinic Bajawa, Puskesmas, dan Dinas Kesehatan Bajawa. Minimnya fasilitas dan tenaga kesehatan menjadi kendala dari program vaksinasi Covid-19 di NTT.

"Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pelaksanaan vaksinasi ini," jelas dia.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua

Rumah Retret Kemah Tabor

Kabupaten Ngada yang terletak di Pulau Flores terkenal dengan tempat wisata Rumah Retret Kemah Tabor, Mataloko. Akhirnya, lokasi tersebut dijadikan sebagai tempat pemberian vaksinasi massal kepada warga.

Bangunan yang didirikan tahun 1932 tersebut menjadi tempat yang layak karena dinilai memiliki fasilitas yang cukup untuk penyelenggaraan vaksinasi massal.

"Sebenarnya vaksinasi di Bajawa ini menjadi pilot project untuk kabupaten-kabupaten lain yang ada di Flores. Mudah-mudahan pemerintah dapat membantu Provinsi NTT yang mungkin kelihatan tertinggal," Adharta menandaskan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel