Upaya Pertamina Dorong Penerapan HSSE Lewat Fasilitas Training Terbesar di Palembang

Merdeka.com - Merdeka.com - PT Pertamina terus melakukan optimalisasi keberadaan Health Safety and Environment Training Center (HSE TC) Sungai Gerong di Palembang, Sumatera Selatan. Ini dilakukan sebagai salah satu modal besar bagi BUMN ini dalam menerapkan aspek Health Safety Security Environmental (HSSE) di bisnis energi.

Senior Vice President HSSE PT Pertamina (Persero), Deddy Syam menuturkan, fasilitas pelatihan HSE TC Sungai Gerong hingga kini yang terbesar dimiliki Pertamina.

"Ini tempat yang diharapkan bisa memberikan kontribusi bangsa Indonesia dan Pertamina untuk berlatih keterampilan tentang HSSE, trainer-trainer juga punya experience. Untuk itu ke depan tidak hanya Pertamina bisa training di sini," kata Deddy di Jakarta, Kamis (21/7).

Tidak hanya sekadar untuk latihan penyelamatan saat kondisi darurat atau kesiapsiagaan para pekerja perusahaan seperti Pertamina, menurut Deddy, juga berdampak langsung terhadap rating ESG (Environmental, Social, Governance) perusahaan. Apalagi salah satu indikator terbesar penentuan peringkatnya adalah kondisi kesiapan di bidang HSSE.

"HSSE bagian dari ESG itu rating kita untuk dapat investor, kalau ESG bagus Erating bagus, investor bagus, 60 persen ESG itu HSSE," ujar Deddy menjelaskan.

Untuk meningkatkan fasilitas HSE TC Sungai Gerong, Pertamina menyiapkan alokasi anggaran khusus. "Kami sadar kita harus terus perbaiki sarana, kita perbaiki, budget alokasikan, timnya juga harus benar dan strong," tegas Deddy.

HSE TC Sungai Gerong adalah salah satu fungsi di bawah Pertamina Corporate University (PCU) dan Direktorat Sumber Daya Manusia Pertamina. Di area yang memiliki luas lebih dari 28 hektare ini ada berbagai fasilitas pelatihan yang tidak dimiliki oleh fasilitas lainnya seperti T Bosiet terdiri atas simulasi helikopter, underwater rescue, sea survival. Selain itu, ada juga fasilitas high angle rescue, fire ground, smoke chamber, serta simulator fire fighting.

Kebutuhan Tanggap Darurat

Sementara itu, VP Pertamina Corporate University, Yan Martes Andreas menjelaskan untuk memastikan pemenuhan tim tanggap darurat di wilayah kerja perusahaan dalam penanggulangan keadaan emergency yang berakibat kepada People, Environment, Asset dan Reputation, maka kemampuan setiap pekerja baik di Pertamina maupun eksternal perusahaan perlu terus diasah melalui berbagai kegiatan yang bisa dilakukan di HSE TC Sungai Gerong.

"HSE TC PCU Sungai Gerong sebagai satu-satunya tempat pelatihan HSE di Pertamina dan terbesar di Indonesia. Kami memiliki visi selain menjadikan Pertamina lebih profesional dan kompeten, juga meningkatkan value dari HSE TC untuk menambah jumlah customer baik internal maupun external Pertamina," kata Yan.

Lelin Eprianto, SVP Human Capital Management PT Pertamina, menambahkan kemampuan HSE TC Sungai Gerong sudah bisa mengakomodasi berbagai syarat untuk melakukan berbagai kegiatan pelatihan kelas dunia khususnya untuk penyelematan dari kebakaran yang merupakan salah satu risiko terbesar di bisnis hulu migas.

Menurut Lelin, manajemen sudah berkomitmen agar keberadaan HSE TC Sungai Gerong juga turut andil dalam peningkatan keselamatan kerja di bisnis hulu migas tanah air secara keseluruhan.

Koordinasi dengan SKK Migas

Untuk itu, koordinasi dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) terus ditingkatkan sehingga tidak hanya perusahaan di lingkungan Pertamina bisa rasakan manfaatkan fasilitas HSE TC Sungai Gerong.

"Kami sudah bicara dengan SKK Migas, bahkan tidak hanya KKKS lain tapi juga BUMN lain apabila perlu pelatihan HSSE maka ada Sungai Gerong, sangat bisa jadi bukan hanya KKKS," ujar Lelin.

Helmi Fadillah Lubis, Manajer HSE TC Sungai Gerong, menyatakan berbagai pengembangan telah dilakukan terhadap fasilitas pelatihan HSE TC Sungai Gerong. Paling terasa adalah dengan pengembangan metode pelatihan yang tidak hanya offline atau hadir fisik tapi juga online. Hal itu kata dia tidak lepas dari pandemi sehingga membuat berbagai aktivitas fisik ditiadakan selama dua tahun.

"Kami tidak berhenti waktu pandemi, latihan training jalan terus. Kami mengembangkan berbagai simulasi pelatihan secara virtual. Salah satunya penggunaan APAR melalui gamifikasi," kata Helmi.

Reporter: Arief Rahman Hakim

Sumber: Liputan6.com [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel