Upaya Real Madrid Mendobrak Sejarah

·Bacaan 1 menit

VIVAReal Madrid di ambang mempertahankan gelar LaLiga. Tapi, sebelum itu mereka masih harus berjuang hingga pekan terakhir.

Persaingan LaLiga musim ini tinggal tertuju pada dua rival sekota, Real Madrid dan Atletico Madrid. Mereka masih memperebutkan trofi sampai musim berakhir.

Namun, saat ini keuntungan berada pada Atletico. Pasalnya, pasukan Diego Simeone berstatus sebagai pemuncak klasemen sementara.

Los Rojiblancos memimpin dengan 83 poin. Sementara, Madrid tertinggal dua poin di belakangnya.

Kemenangan menjadi harga mati bagi Madrid. Meski sebenarnya, raihan tiga poin saja tak cukup lantaran mereka menggantungkan nasib dari hasil pertandingan Atletico.

Andai Luis Suarez cs juga meraih kemenangan, otomatis gelar LaLiga jatuh ke Atletico. Tapi, bila Atletico terpeleset, imbang atau kalah, dan Madrid menang, maka Los Blancos berhak mengklaim gelar LaLiga ke-35 nya. Sebab, El Real unggul head to head atas rival sekotanya.

Tapi, di luar itu, ada satu faktor yang tak mendukung Madrid untuk juara musim ini. Dikutip Marca, dari 34 trofi LaLiga yang sudah dikoleksi oleh Madrid, selalu mereka raih saat menatap pekan terakhir dengan berada di puncak klasemen.

Tercatat, sudah 11 kali Madrid memastikan gelar juara di pekan terakhir. Tapi, kembali lagi, Los Blancos selalu menjalani pekan pamungkas sebagai pemegang takhta.

Jadi, laga pamungkas musim ini belum pernah mereka rasakan sebelumnya. Sebab, musim ini El Real menduduki peringkat kedua tepat ketika memasuki pekan terakhir.

Nah, bisakah Madrid mendobrak sejarah dengan menjadi juara musim ini? Jawabannya baru akan diketahui malam nanti, 22 Mei 2021.