Upaya RI Cegah Gelombang Ketiga COVID-19 dari Ancaman Varian Corona

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Varian Virus Corona masih mengancam, Pemerintah terus berupaya mencegah gelombang ketiga COVID-19 terjadi di Indonesia. Sejumlah strategi yang telah dilaksanakan, dari pembatasan mobilitas hingga monitoring protokol kesehatan, terus dipantau dan dievaluasi.

Berdasarkan data Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan periode Januari-18 September 2021, dari tiga varian Virus Corona (Alpha, Beta, Delta), Varian Delta paling mendominasi di Tanah Air dengan 2.720 kasus. Kemenkes pun memantau varian lain, seperti Varian Lambda, Mu, dan C.1.2 yang juga perlu diwaspadai penyebarannya meski diketahui belum masuk ke Indonesia.

Koordinator Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menekankan, dalam mengantisipasi berbagai gelombang COVID-19 dan mungkin varian baru dari virus Corona, Pemerintah harus memiliki berbagai kebijakan.

"Kita menerapkan kebijakan pengendalian ini bukan karena adanya atau potensi gelombang COVID-19, tapi sudah sejak akhir tahun lalu kita sudah mulai memiliki kebijakan pengendalian yang berlapis," terang Wiku saat dialog Wealth Class - Anticipating COVID-19 Variants baru-baru ini.

Kebijakan pengendalian COVID-19 yang dilakukan Pemerintah, sebut Wiku antara lain, pertama mengatur pelaku perjalanan internasional untuk mencegah terjadinya kasus impor (imported case). Kedua, mengatur pelaku perjalanan dalam negeri antar daerah di Indonesia.

"Kemudian kita juga membentuk badan monitoring penegakan kedisiplinan protokol kesehatan, yakni melalui Posko Satgas Desa, Kelurahan dan Satgas Protokol Kesehatan (Prokes) 3M (mencuci tangan, pakai masker, jaga jarak) di berbagai fasilitas publik," jelasnya.

Hadapi COVID-19 Bersama-sama

Pengendara motor melintasi mural bertema protokol kesehatan Covid-19 yang menghiasi tiang pancang jalan tol di Jalan Ahmad Yani, Jakarta, Minggu (13/12/2020). Warna-warni mural ini dibuat oleh seniman dari berbagai daerah. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Pengendara motor melintasi mural bertema protokol kesehatan Covid-19 yang menghiasi tiang pancang jalan tol di Jalan Ahmad Yani, Jakarta, Minggu (13/12/2020). Warna-warni mural ini dibuat oleh seniman dari berbagai daerah. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Wiku Adisasmito menambahkan, dalam menyusun kebijakan, Pemerintah selalu adaptif, terutama sesuai konteks kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berlaku.

"Setiap selalu pekan atau setiap dua pekan, kami revisi terus sesuai dengan keadaan dan kondisi. Tentunya, juga seiring dengan deteksi melalui sekuensing (varian Virus Corona) yang dilakukan oleh Pemerintah untuk mengetahui pergerakan atau munculnya varian-varian baru," tambahnya.

"Kondisi seperti ini adalah bentuk kebijakan dengan kewaspadaan tinggi yang setiap kali bisa berubah sesuai dengan keadaan yang terjadi."

Melihat masih adanya ancaman varian Corona virus dan lonjakan COVID-19 yang terjadi di sejumlah negara, Wiku mengingatkan masyarakat tidak terlalu khawatir, melainkan tetap waspada dan hadapi bersama.

"Jadi, jangan khawatir. Kita hadapi bersama-sama, enggak usah takut, nanti malah imunitasnya turun. Tetap kita dengan kewaspadaan tinggi harusnya bisa menangani dengan baik secara bersama-sama," imbuh Wiku, yang juga Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19.

Infografis Covid-19 Varian Delta India Hantui Indonesia

Infografis Covid-19 Varian Delta India Hantui Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Covid-19 Varian Delta India Hantui Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel