Upaya Setop Corona COVID-19 Meluas, Afrika Selatan Lockdown 21 Hari

Liputan6.com, Johannesburg - Pasukan keamanan Afrika Selatan telah mulai menegakkan aturan lockdown nasional selama tiga pekan, dalam upaya untuk membendung penyebaran Virus Corona COVID-19.

Dewan Komando Coronavirus Nasional telah memutuskan untuk memberlakukan lockdown di seluruh negara selama 21 hari, berlaku mulai tengah malam pada Kamis 26 Maret dan berakhir pada 16 April 2020.

Semua kecuali aktivitas esensial dilarang. Tentara dan polisi yang menegakkan tindakan tersebut.

Menjelang tenggat waktu tengah malam ada antrean panjang di luar supermarket, orang-orang membeli barang-barang kebutuhan pokok.

Afrika Selatan telah melaporkan 927 infeksi Virus Corona COVID-19- tertinggi di Afrika - tetapi sejauh ini tidak ada kematian.

Kamis malam, Presiden Cyril Ramaphosa mengunjungi tentara sebelum mereka dikerahkan dari sebuah pangkalan di Kota Soweto, Johannesburg.

"Aku mengutus kamu untuk pergi dan membela orang-orang kami terhadap Virus Corona," katanya yang mengenakan seragam kamuflase seperti diukutip dari BBC, Jumat (27/3/2020).

"Ini belum pernah terjadi sebelumnya, tidak hanya dalam demokrasi kita tetapi juga dalam sejarah negara kita, bahwa kita akan lockdown selama 21 hari untuk keluar dan berperang melawan musuh yang tidak terlihat, coronavirus."

Toko makanan diizinkan untuk tetap buka meskipun penjualan alkohol dilarang - Menteri Kepolisian Bheki Cele mendesak warga Afrika Selatan untuk tetap sadar selama masa lockdown akibat Virus Corona COVID-19. Jogging dan mengajak jalan anjing juga dilarang.

 

Orang Mengungsi ke Desa

Petugas Departemen Kepolisian Metro Johannesburg (JMPD) memeriksa mobil warga. Afrika Selatan kini tengah dalam lockdown. (Marco Longari/AFP)

Pada hari Kamis, lalu lintas padat dilaporkan di jalan-jalan utama di luar Johannesburg, meskipun pemerintah meminta untuk tidak melakukan perjalanan panjang.

Ribuan orang memadati stasiun bus yang bertujuan untuk melarikan diri dari ibu kota dan tinggal bersama keluarga di daerah pedesaan, menimbulkan kekhawatiran bahwa mereka dapat membawa virus ke kerabat yang lebih tua yang pensiun di pertanian dan desa.

Pihak berwenang telah memperingatkan bahwa siapa pun yang melanggar aturan terancam hukuman enam bulan penjara atau denda berat.

"Jika orang tidak patuh, mereka (militer) mungkin terpaksa mengambil tindakan luar biasa," Menteri Pertahanan Nosiviwe Mapisa-Nqakula memperingatkan.

Sejauh ini Afrika Selatan telah menutup sekolah dan melarang pertemuan lebih dari 100 orang.

Meskipun Afrika secara keseluruhan belum terpukul sekeras bagian lain dunia oleh Virus Corona COVID-19, para ahli khawatir layanan kesehatan yang kekurangan dana di benua itu dapat dengan cepat kewalahan oleh peningkatan mendadak dalam kasus-kasus.

Di Afrika Selatan ada kekhawatiran tambahan untuk orang yang hidup dengan HIV - khususnya diperkirakan 2,5 juta di Afrika Selatan yang tidak memakai obat anti-retroviral.