Upaya Tebing Tinggi Lahirkan Penulis-Penulis Lokal yang Ciamik

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Tebing Tinggi - Penulis-penulis lokal di tanah air perlu mendapat apresiasi dan dukungan. Hal ini menjadi penting sebagai upaya membumikan literasi sekaligus memberdayakan kearifan lokal. Ini yang kemudian menjadi latar belakang digelarnya kegiatan Inkubator Literasi Pustaka Nasional Kota Tebing Tinggi. Bahkan kegiatan itu telah melahirkan buku berjudul Literasi dalam Pemberdayaan Kearifan Lokal, yang diterbitkan Perpusnas Press dan diluncurkan langsung oleh Wali Kota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan.

Umar Zunaidi mengaku sangat mengapresiasi kolaborasi antara Perpusnas dan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tebing Tinggi, sehingga dapat terselenggara kegiatan yang menghasilkan output berupa karya tulis peserta.

"Saya mengapresiasi sekali kegiatan ini. Ke depan agar lebih ditingkatkan lagi kerja sama ini. Dengan tulisan-tulisan tentang kearifan lokal ini, menjadi bagian dalam meningkatkan literasi masyarakat, khususnya tentang kearifan lokal," ujarnya di Aula Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tebing Tinggi, Rabu (27/10/2021).

Umar juga menambahkan, perpustakaan merupakan sumber literasi, penyedia ilmu pengetahuan dan sumber informasi.

"Literasi itu sumbernya yang paling banyak di perpustakaan. Saya mengucapkan terima kasih kepada pelajar dan masyarakat Kota Tebing Tinggi yang memiliki minat baca sangat tinggi. Lebih dari 1 juta orang berkunjung ke perpustakaan, baik ke dinas perpustakaan, ke perpustakaan di kelurahan-kelurahan dan di masjid-masjid," urainya.

Pemimpin Redaksi Perpusnas Press, Edi Wiyono mengatakan, pada dasarnya seorang pembaca memiliki kewajiban untuk menuliskan kembali ilmu pengetahuan dan informasi yang didapatkannya dari berbagai sumber bacaan. Inkubator Literasi adalah salah satu media dan ruang bagi para pembaca untuk dapat mengkonversikan gagasan dan pemikiran ke dalam bentuk tulisan.

“Setelah membaca, ada proses berpikir dan menggali ide sebagai bahan yang akan ditulis. Kemudian hasil tulisan itu akan menjadi karya yang dibukukan, diterbitkan dan disebarluaskan ke masyarakat. Inilah sesungguhnya siklus dari literasi dan ini sejalan dengan slogan Perpusnas Press, Tulis, Terbit dan Sebarkan,” katanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Literasi di Tebing Tinggi

Dalam kesempatan ini, para pemenang mendapatkan piagam penghargaan dan uang pembinaan yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Umar Zunaidi. Selain itu, para penulis dan instansi/organisasi yang turut mendukung kegiatan ini juga mendapatkan buku yang diterbitkan oleh Perpusnas Press.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tebing Tinggi, Sabhana mengatakan, kegiatan Inkubator Literasi diikuti masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa dan tentunya pustakawan serta pegiat literasi.

"Kegiatan penulisan harus dilakukan secara berkelanjutan. Jangan melihat seberapa besar hadiahnya, tapi justru semangat untuk terus menulis yang senantiasa harus dipelihara," tambahnya.

Kota Tebing Tinggi merupakan salah satu titik penyelenggaraan Inkubator Literasi yang diinisiasi Perpusnas Press. Masih ada beberapa titik lagi, di mana buku-buku karya peserta kegiatan penulisan ini akan diluncurkan. Hal ini sebagai upaya dalam mendorong penguatan perbukuan dan konten literasi.

Selain penyerahan penghargaan bagi para penulis, kegiatan yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tebing Tinggi juga meluncurkan Bunik (buku elektronik) dan Sosialisasi Budaya Baca dan Literasi di Kota Tebing Tinggi dengan tema Mari kita tumbuh kembangkan minat baca menuju kota cerdas dan berilmu pengetahuan. Bunik dapat diakses dan diunduh melalui Play Store dan telah menyediakan 1.053 judul buku dengan jumlah 2.106 eksplempar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel