Upaya Tira Austenite Penuhi Pasokan Oksigen

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Lonjakan kasus COVID-19 membuat kebutuhan oksigen nasional juga meningkat tajam, yakni mencapai 2.000 ton per hari. Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

Melihat hal ini, PT Tira Austenite Tbk (TIRA) mencoba melakukan upaya untuk memenuhi kebutuhan oksigen bagi masyarakat.

"Kami secara sektoral mendapat dukungan dari multinasional company. Kami semaksimal mungkin melayani kebutuhan rumah sakit. Bahkan pekerja kami ada yang bisa bekerja hingga 18 jam, kata Direktur Utama PT Tira Austenite Tbk Selo Winardi secara virtual, Jumat (16/7/2021).

Tak mampu terpenuhi secara optimal, Selo mengaku pihaknya tengah memperbaiki suplai oksigen, agar kebutuhan akan komponen ini bisa terpenuhi lebih maksimal.

"Itu lagi-lagi supply change yang harus kita benerin. Mulai dari pabrik sampai ke bilik station. Kita juga ingin membantu pemerintah dengan menambah ISO tank. Kita juga tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan jadi harga tetap seperti biasa," ujar Selo.

Perseroan juga menegaskan bila pihaknya juga selalu melayani seluruh masyarakat yang membutuhkan oksigen.

"Kita akan layani, mau itu customer kita atau tidak, jadi enggak pilih pilih yang penting rumah sakit juga terlayani dengan baik," tuturnya.

Strategi Bantu Pemerintah

Petugas DLH memindahkan tabung saat pengisian ulang oksigen di depot PT Tirtobumi Aneka Industri, Pulogadung, Jakarta, Minggu (11/7/2021). Pemprov DKI mengerahkan petugas PJLP untuk pengisian sekaligus pendistribusian tabung oksigen ke rumah sakit rujukan Covid-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Petugas DLH memindahkan tabung saat pengisian ulang oksigen di depot PT Tirtobumi Aneka Industri, Pulogadung, Jakarta, Minggu (11/7/2021). Pemprov DKI mengerahkan petugas PJLP untuk pengisian sekaligus pendistribusian tabung oksigen ke rumah sakit rujukan Covid-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Selain itu, TIRA juga memiliki beberapa strategi untuk membantu pemerintah mengatasi kelangkaan oksigen di masyarakat, salah satunya membantu mendapatkan tabung oksigen.

"Langkah kita ya tambah, kita beli dan suplai, tapi untuk mendapatkan tabung oksigen itu sulit sekali bahkan kalau impor, bisa sampai 1 bulan padahal banyak yang butuh besok," ujar dia.

Oleh karena itu Selo juga meminta rumah sakit untuk memiliki tabung oksigen sehingga suplai yang diberikan bisa lebih optimal.

"Supaya tabung oksigen cukup kita bikin antrian tetap kita isi semuanya. Kalau hanya menggunakan tabung perusahaan saya rasa enggak akan cukup, jadi kita melakukan setiap rumah sakit bawa tabungnya dan kita isi. Lalu kita juga bekerjasama dengan beberapa perusahaan untuk melakukan semacam CSR untuk datang dari luar," tuturnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel