Upaya-upaya Risma agar Jauh dari Nasib Juliari dan Idrus Marham

Ezra Sihite, Edwin Firdaus
·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini alias Risma mengatakan telah membangun sistem pencegahan antikorupsi pada wilayah kerjanya. Hal ini dilakukan agar tidak lagi terjadi praktik rasuah di lingkungan Kemensos.

"Kami mencoba bagaimana pencegahan itu (praktik korupsi) bisa dihilangkan atau dihindari dengan suatu sistem," kata Risma dalam gelaran 'Aksi Pencegahan Korupsi Stranas PK 2022-2022' yang digelar di kantor KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa, 13 April 2021.

Mantan Wali Kota Surabaya ini juga mengatakan, pihaknya akan membangun sistem operasional di Kemensos yang berbasis elektronik. Hal ini dilakukan tak lain untuk mengurangi tatap muka dan mencegah terjadi praktik rasuah.

"Karena itu saya mencoba misalkan di Kemensos ini insya Allah akan kami launching bulan Mei, seluruh operasional kami menggunakan elektronik. Masalahnya adalah kalau transaksi itu misalkan sudah elektronik semua," kata Risma.

Risma mengakui dalam membangun sistem pencegahan korupsi di lingkungan Kemensos tidak bisa bekerja sendiri. Dia pun menggandeng stakeholders lainnya turut membantu menyukseskan pencegahan korupsi di lingkungan kerjanya.

"Urusan kepegawaian misalnya kami harus kerja sama dengan BKN dan beberapa lembaga lainnya. Sehingga secara proses semua bisa elektronik. Ini yang coba kami lakukan," kata Risma.

Menanggapi pernyataan Risma, Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengapresiasi hal tersebut. Moeldoko memastikan pihaknya akan mendukung langkah Risma agar lingkungan kerjanya terbebas dari praktik korupsi.

"Sangat baik masukan dari bu Mensos. Dengan sistem yang baik dan tertata kepada semua stakeholders, itu adalah salah satu cara dominan untuk menekan penyimpangan. Karena ini melibatkan berbagai pihak," kata Moeldoko.

Diketahui Kemensos sempat gempar lantaran dua kali menterinya ditangkap KPK. Adalah mantan Mensos Juliari Batubara terkait kasus dugaan suap pengadaan paket bantuan sosial (bansos) COVID-19 dan mantan Mensos Idrus Marham yang dijerat KPK karena kasus suap PLTU Riau pada periode sebelumnya.