Upgrade Aplikasi PeduliLindungi, Fitur Bluetooth dan Kamera Dimatikan

Lazuardhi Utama
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo menyatakan fitur Bluetooth dan kamera di aplikasi PeduliLindungi versi terbaru sudah dimatikan. Pernyataan ini keluar setelah kembali muncul keraguan terhadap keamanan aplikasi pelacak sebaran Virus Corona di Indonesia, termasuk mengenai akses PeduliLindungi terhadap perangkat.

"Saat ini versi PeduliLindungi Android adalah 3.1.1 dimana sudah banyak perbedaan fitur aplikasi dan izin akses yang tidak digunakan di versi terbaru. Pada versi 3.1.1 tidak ada lagi penggunaan fitur Bluetooth, WiFi, kamera, dan file access untuk penyimpanan," kata Juru Bicara Kominfo, Dedy Permadi, Selasa, 5 Januari 2021.

Baca: Oh, Jadi Ini Biang Keladi Layanan Operator Telekomunikasi Tidak Merata

Menurutnya, isu mengenai keamanan didasari pada aplikasi versi lama, di mana versi PeduliLindungi Android yang dibahas dan dijadikan isu adalah versi 2.2.2 yang dirilis pada 25 Juni 2020. Ia menyatakan izin akses yang diberikan kepada PeduliLindungi setelah mendapat persetujuan saat memasang, install, aplikasi.

"Izin akses yang digunakan pada aplikasi semata-mata untuk meningkatkan user experience dan benefit saat menggunakan aplikasi PeduliLindungi," kata Dedy. PeduliLindungi menggunakan sistem urun daya, crowdsource, untuk fitur pelacakan sebaran Virus Corona.

Untuk itu, pengguna diminta menyalakan lokasi, yang juga berfungsi untuk memberikan informasi sebaran virus corona di tempat pengguna berada. Dedy menyatakan kebijakan privasi pada PeduliLindungi sudah mendapat persetujuan dari Google Play Store.

"Termasuk tidak akan menggunakan data dan informasi untuk keperluan komersial dan perlakuan aplikasi terhadap data sensitif," kata Dedy. Aplikasi PeduliLindungi tidak mengambil daftar kontak yang tersimpan di ponsel pengguna.

Data-data yang dihimpun aplikasi ini disimpan sementara di penyimpanan lokal perangkat, kemudian dikirim ke server secara berkala dan dilindungi enkripsi. Kominfo menyatakan data tersebut terlindungi enkripsi tersimpan di server PeduliLIndungi, tidak dibagikan ke publik.

Data tersebut hanya diakses ketika pengguna berisiko tertular COVID-19 dan perlu dihubungi segera oleh petugas kesehatan. "Data pengguna tidak akan diserahkan atau disebarluaskan kepada pihak lain kecuali kepada instansi pemerintah yang saat ini ditunjuk dalam menangani pandemi COVID-19, atau karena ketentuan hukum," papar dia.

PeduliLindungi diunduh lebih dari 26 juta pengguna, aplikasi ini juga akan digunakan untuk mendukung program vaksinasi COVID-19, yang ditargetkan menjangkau sekitar 180 juta penduduk. (Ant)