Upin & Ipin Tanggapi Ketua KPI Soal Propaganda Malaysia, Ini 5 Faktanya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Upin Ipin merupakan salah satu kartun asal Malaysia yang sukses sajikan tontonan menarik untuk anak-anak. Tak hanya populer di Malaysia, Upin & Ipin juga menjadi kartun favorit anak-anak Indonesia.

Menceritakan tentang dua anak bernama Upin dan Ipin beserta teman-temannya, kartun ringan ini selalu berhasil mengundang gelak tawa di setiap episodenya. Uniknya, Upin Ipin tak hanya menjadi tontonan anak-anak tetapi juga berikan hiburan untuk orang dewasa.

Namun belakangan ini ramai terkait pernyataan KPI yang menyebut kartun Upin Ipin merupakan propaganda Malaysia. Hal tersebut dituturkan oleh Agung Suprio di kanal YouTube Deddy Corbuzier pada 9 September 2021 lalu.

"Upin-Ipin itu bisa dikatakan propaganda, propaganda yang positif. Upin-Ipin itu bisa mengenalkan Malaysia atau citra Malaysia kepada dunia luar yang multikultural, sopan, ramah dan religius," kata Agung.

Ramainya pernyataan tersebut membuat pihak Upin Ipin buka suara dan menanggapi pernyataan KPI. Pihak Upin Ipin menanggapi pernyataan tersebut lewat Facebook dan Instagram resminya.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang tanggapan pihak Upin Ipin terkait pernyataan KPI, Rabu (15/9/2021).

1. Upin Ipin Populer di Semua Kalangan

Menanggapi pernyataan ketua KPI, Agung Sutrio, pihak Upin Ipin menanggapi pernyataan tersebut dengan menuturkan bahwa Upin Ipin memang sangat populer di semua kalangan. Tak hanya di Malaysia, Upin Ipin juga sangat populer dan dicintai di beberapa negara kawasan lainnya seperti Indonesia.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa 'Upin dan Ipin' sangat populer di kalangan anak-anak di Malaysia dan beberapa negara di wilayah tersebut.” Tulis pihak Upin Ipin di laman Facebook dan Instagramnya pada (13/9/2021).

It is undeniable that ‘Upin and Ipin’ is very popular among children in Malaysia and a few countries in the region....

Posted by Upin & Ipin on Sunday, September 12, 2021

2. Upin Ipin Banyak Nilai Moralnya

Upin dan Ipin  (YouTube/ Les' Copaque Production)
Upin dan Ipin (YouTube/ Les' Copaque Production)

Lebih lanjut pihak Upin Ipin menuturkan bahwa Upin Ipin tak hanya sekadar kartun untuk memberikan hiburan anak-anak bahkan orang dewasa. Melalui laman media sosial resminya, pihak Upin Ipin menyebut bahwa kartun Upin Ipin menyampaikan banyak tentang moral sekaligus pelajaran hidup.

“Namun, pada akhirnya, pertunjukan yang membawa begitu banyak nilai moral serta pelajaran hidup.” Tambah pihak Upin Ipin.

3. Bukan Propaganda

Pihak Upin Ipin Tanggapi Pernyataan KPI Soal Propaganda. (Sumber: Instagram/upinipinofficial)
Pihak Upin Ipin Tanggapi Pernyataan KPI Soal Propaganda. (Sumber: Instagram/upinipinofficial)

Pada akhir pernyataan, pihak Upin Ipin menambahkan bahwa kartun Upin Ipin bukan propaganda. Upin Ipin dibuat dan dicipatakan untuk memberikan hiburan dan didasari dengan niat yang tulus.

“Ini bukan propaganda yang sebenarnya. Ini hanya pertunjukan yang hebat dengan niat yang hebat.” Tambah pihak Upin Ipin.

4. Diberitakan Media Malaysia

Pernyataan ketua KPI yang menyebutkan jika Upin Ipin adalah propaganda Malaysia juga sampai diberitakan oleh media Malaysia, World of Buzz. World of Buzz menambahkan tentang pernyataan pihak KPI Indonesia terkait propaganda Upin Ipin tersebut dan disertai dengan tanggapan pihak Upin Ipin terkait pernyataan KPI.

5. Alasan KPI Jarang Tayangkan Kartun Indonesia

Upin Ipin The Movie: Keris Siamang Tunggal (ist)
Upin Ipin The Movie: Keris Siamang Tunggal (ist)

Melalui kanal YouTube Deddy Corbuzier bertajuk ‘GUE WAKILKAN RIBUT SAMA KETUA KPI‼️ dari pelecehan sampai SAIPUL JAMIL - Deddy Corbuzier Podcast, Agung Suprio memberikan penjelasan mengenai alasan KPI yang jarang menayangkan kartun Indonesia.

“Kalau kita produksi kartun Indonesia, itu mahal banget. Padahal orang yang buat kartun Indonesia tak kalah jago dan banyak banget enggak sedikit.” Kata Agung Suprio.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel