UPTD Museum Aceh bangkitkan gairah pelajar lewat cerdas cermat

Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Aceh menggelar lomba cerdas cermat tingkat SMP/MTsN Tahun 2022 di bawah Rumoh Aceh, Kompleks Museum Aceh dalam upaya membangkitkan gairah pelajar terhadap koleksi museum.

“Kegiatan ini untuk meningkatkan apresiasi siswa terhadap koleksi museum dan warisan peninggalan sejarah yang ada di dalamnya,” kata Kepala UPTD Museum Aceh, Mudha Farsyah di Banda Aceh, Rabu.

Ia menjelaskan kegiatan tahunan yang digelar di Museum Aceh tersebut diikuti 24 SMP/MTsN dari Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

Ia mengatakan Museum Aceh bukan hanya sebagai tempat rekreasi, melainkan memiliki peran sebagai pusat pembelajaran dan penelitian.

Dalam lomba cerdas cermat tersebut, peserta diuji pengetahuannya soal koleksi museum, kemudian tentang sejarah dan budaya yang tidak lain adalah untuk membangkitkan minat generasi muda untuk berkunjung ke Museum Aceh.

“Materi lomba cerdas cermat ini terkait kebudayaan 40 persen, sejarah perjuangan bangsa 30 persen dan permuseuman 30 persen,” kata Mudha Farsyah.

Baca juga: Kemendikbud: Museum jadi media edukasi pelestarian warisan budaya
Baca juga: Ratusan alat musik tradisional nusantara dipamerkan di Museum Aceh

Pemenang dari kegiatan tersebut nantinya akan diikutsertakan dalam lomba yang sama di tingkat nasional yang digelar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI.

“Program rutin dari Museum Aceh ini, nanti pemenangnya akan diikutsertakan di tingkat nasional di mana pesertanya dari seluruh Indonesia,” ucapnya.

Mudha mengatakan yang paling penting dari kegiatan tersebut adalah memperkenalkan budaya, tradisi serta tokoh pahlawan dan permuseuman kepada generasi muda, yang nantinya dapat mengenal dan mencintai budayanya sendiri dan meneladani sikap patriotisme para pahlawan.

“Museum merupakan salah satu sarana menanamkan teladan Nasionalisme dan Patriotisme kepada generasi milenial melalui benda-benda koleksi di Museum Aceh, sehingga sejarah dan kebudayaan lampau tidak tergerus arus perubahan zaman,” katanya.

Baca juga: Museum Aceh dikunjungi 15 ribu wisatawan selama pandemi 2021
Baca juga: Disbudpar akan gelar pameran aroma rempah di Museum Aceh

Museum Aceh juga dapat dijadikan sebagai media edukasi bagi generasi muda, agar mereka menyebarluaskan informasi terkait koleksi peninggalan sejarah yang ada di dalam museum.

“Kita ingin mempromosikan museum di kalangan remaja agar mengenal peninggalan sejarah budaya Aceh dan salah satu tempat yang menyimpan beraneka ragam peninggalan sejarah dan budaya Aceh masa lampau,” katanya.

Pemenang lomba dalam cerdas cermat tersebut untuk juara 1 diraih oleh MTsN 1 Banda Aceh, juara 2 SMP Negeri 6 Banda Aceh dan juara ketiga SMP IT AL-Fityan Aceh Besar.

Kemudian juara harapan 1 SMP Islam Al-Azhar Cairo, harapan 2 MTsN 2 Aceh Besar dan harapan tiga diraih SMP IT Luqmanul Hakim Aceh Besar.

Baca juga: Museum Aceh gelar pameran tampilkan 176 senjata tradisional
Baca juga: Ridwan Kamil ungkap pengalaman emosional merancang Museum Tsunami Aceh

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel