Urusi Komoditas Pangan Jelang Lebaran, Mentan Klaim Semua Anak Buahnya di Daerah

Merdeka.com - Merdeka.com - Jelang Idulfitri 1443 H, sejumlah harga pangan mulai mengalami kenaikan. Untuk menstabilkan harga pangan tersebut, Balai Karantina Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan operasi pasar dengan menggelar Pasar Tani.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengaku sudah diperintahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memberikan jaminan ketersediaan pangan, khususnya 12 komoditi strategis. Syahrul mengatakan hal tersebut sebagai langkah untuk menstabilkan harga pangan jelang lebaran Idulfitri.

"Tidak ada pejabat saya yang tinggal di Jakarta sekarang. Semua di daerah, untuk memastikan ketersediaan 12 komoditi strategis mulai dari beras, minyak goreng dan ini atas perintah Presiden semua menteri harus ada di tengah rakyat menghadapi masalah dan tantangan apapun yang terjadi," kata Syahrul kepada wartawan usai membuka Pasar Tani di Kantor Balai Karantina Pertanian Makassar, Rabu (27/4).

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan dua periode ini menegaskan ketersediaan pangan, termasuk minyak goreng di Indonesia masih dalam kondisi mencukupi.

"Dari apa yang kita lihat di seluruh Indonesia, tidak hanya Sulsel ketersediaan cukup termasuk minyak goreng," tegasnya.

Meski mengaku ketersediaan minyak goreng, khususnya curah mencukupi, tetapi terdapat kendala dalam distribusinya. Ia menyebut untuk minyak goreng curah membutuhkan proses, sehingga belum sampai hari ini.

"Jawaban tadi dari Bulog dan lain lain mengatakan belum sampai hari ini. Mungkin karena dropping-nya membutuhkan waktu. Tapi kita berharap memang semua komoditi itu paling tidak ketersedianya siap untuk mengawal kepentingan masyarakat," tegasnya.

Syahrul menegaskan terkait harga pangan bukan wewenangnya. Meski demikian, ia memastikan ketersediaan 12 komoditi pangan dalam kondisi mencukupi.

"Kalau harga saya tidak persoalkan, karena itu bukan domain Kementan. Tetapi kalau banyak barang Insya Allah akan terjadi penyesuaian, dan cenderung kalau kita lihat hampir semua barang itu menuju flat," bebernya.

Sementara Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi Kementan yang menggelar Pasar Tani sebagai respons pengendalian harga pangan jelang Idulfitri. Ia menegaskan Pemprov Sulsel bersama Kementan bersinergi untuk memastikan stok 12 komoditi pangan.

"Kami juga kemarin mengecek beras, untuk menyuplai seluruh Indonesia malahan, karena kebanyakan Bulog bergantung pada Sulsel. Alhamdulillah ini 50 persen kapasitas Bulog kita di Sulsel," tuturnya.

Sudirman mengaku masalah stok minyak goreng masih menjadi perhatian. Meski demikian, sejumlah pihak sudah menyatakan kesiapan untuk distribusi minyak goreng.

"Jadi saya rasa cenderung stabil dan aman, cakupan juga oke. Dari data terakhir saya cek kemarin, tentang persiapan supporting dari Bulog untuk ketika ada di luar dugaan estimasi, kita sudah siap juga untuk melakukan intervensi," ucapnya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel