Usaha Lubangi Kantong Manajemen MU di Balik Pesan Selamat ke ManCity

·Bacaan 1 menit

VIVAManchester United takluk di Old Trafford pada Selasa malam 11 Mei 2021. Mereka digebuk tamunya Leicester City dengan skor 2-1.

Hasil yang bikin Manchester City menyegel gelar juara. Poin mereka sudah tidak mungkin lagi dikejar 'Setaan Merah' sebagai pesaing terdekat meski masih ada tiga pertandingan sisa.

Walau merupakan rival kuat, usai pertandingan manajer MU, Ole Gunnar Solskjaer, tetap menyampaikan selamat kepada The Citizens. Cuma di saat bersamaan dia juga memberikan pesan spesial kepada jajaran direksi klubnya.

Solskjaer dalam kesempatan itu bicara soal kedalaman skuad. Hal yang dianggap menjadi salah satu kunci sukses dari ManCity meraih gelar musim ini sekaligus lolos ke final Liga Champions.

"Kita tahu, kalau mau bersaing dengan mereka, maka kami harus menguatkan skuad. Saya pun mengucapkan selamat kepada ManCity karena menjalani musim yang luar biasa," kata Solskjaer dikutip Mirror.

"Saya sejauh ini sangat senang dengan tim, karena masih bisa terus berjuang memburu ManCity di 10 hari sisa, mengingat mereka adalah yang terbaik di Eropa sekarang. Namun kami mau melanjutkan langkah, karena itu MU butuh skuad yang kuat musim depan," sambungnya.

Ucapan Solskjaer itu menjadi kode keras bagi manajemen MU untuk memboyong sejumlah pemain bagus musim mendatang. Dan pastinya untuk melakukan hal tersebut mereka harus mengeluarkan banyak dana.

Dari pemain andalan MU, Bruno Fernandes, dia sudah mengajukan tuntutan kepada tim agar mendatangkan setidaknya dua penggawa yang dianggap bisa membantu meringankan tugas di atas lapangan. Dia mau tim menghadirkan bek tengah dengan kemampuan menguasi bola serta seorang gelandang bertahan yang tangguh.

Beberapa nama sudah masuk dalam daftar. Untuk bek tengah ada Pau Torres dan Jules Kounde. Sedangkan gelandang serangan yang dibidik ialah Declan Rice.

Sejauh ini belum jelas bagaimana langkah yang akan diambil oleh manajemen. Apalagi mereka sekarang masih sibuk menghadapi gelombang protest dari suporter yang meminta keluarga Glazer sebagai pemilik angkat kaki.