Usaha Milik Crazy Rich Surabaya Dituduh Buang Sampah Kulit Durian Sembarangan, Begini Kronologinya

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bisnis kuliner Tom Liwafa, yang juga dikenal sebagai Crazy Rich Surabaya, tengah jadi sensasi online. Royale Durian, outlet penyedia buah, makanan, dan minuman berbahan durian di Surabaya, yang baru digagas bersama rekannya awal bulan lalu, dituduh membuang kulit durian secara sembarangan.

Lewat kicauan di akun Twitter @txtfrombrand, Senin, 27 Desember 2021, tampak bahwa ada warganet mengeluhkan pengaturan limbah kedai tersebut. "Kak, saya mengeluhkan tentang sampah kulit durian dari brand Royale Durian yang membuang kulit durian beberapa (mobil) pickup setiap harinya di depan rumah saya," begitu pengaduan yang tertulis di sana.

Pengeluh kondisi itu mengaku sudah mengadukan masalah tersebut pada RT dan RW setempat. Ia bahkan sudah menghubungi pihak merek dan Sapawarga Kota Surabaya, sebutan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya. Bersama keterangan itu, ia melampirkan foto dan video menampilkan tumpukan sampah kulit buah durian.

Masih dalam utas tersebut, pengadu yang dimaksud mengaku mendapat ancaman. "Katanya saya dusta buang sampah dua bulan, padahal cuma 1,5 bulan. Saya minta maaf karena seingat saya bulan November mulai buang sampah. Katanya urusannya sama wakapolda," sambungnya yang ditanggapi akun tersebut dengan menulis, "Sudah mulai ada oknum."

Sejumlah warganet meminta pertanggungjawaban dengan meninggalkan komentar di akun Instagram Royale Durian. "Oh ini yang enggak mau salah sampai bawa-bawa wakapolda," komentar seorang pengguna.

Yang lain menuliskan, "Nitip kulit durian dulu gan, kalo rame ntar manggil wakapolda." Menanggapinya, pihak gerai buah durian itu pun merilis pernyataan mereka pada Selasa (28/12/2021).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Konfirmasi Royale Durian

Konfirmasi pihak Royale Durian terkait pembuangan kulit durian. (dok. tangkapan layar Instagram Story @royale.durian)
Konfirmasi pihak Royale Durian terkait pembuangan kulit durian. (dok. tangkapan layar Instagram Story @royale.durian)

Melalui Instagram Story, pihaknya menuliskan, "Mengenai kabar yang beredar tentang pembuangan kulit durian yang menyebabkan beberapa warga complain, perlu kami sampaikan apabila pembuangan kulit durian sudah kami koordinasi di awal."

"Bahwa di-handle warga setempat untuk barter dengan lahan parkir. Yang jelas, nilainya dari perolehan (tarif) parkir puluhan kali lipat lebih banyak daripada handle kulit durian untuk dibuang di tempat yang benar," sambung mereka.

Pihaknya menjelaskan, "Lahan parkir kita berikan gratis. Namun, ternyata perwakilan warga yang bernama 'pak kan' pengin memperoleh uang lebih banyak. Dia malah buang kulit durian di tempat yang tidak semestinya. Meski kata dia sudah dapat izin dari pemilik tanah dan warga setempat."

Akan Ada Update?

Ilustrasi buah durian. (Pexels.com/Maddog 229)
Ilustrasi buah durian. (Pexels.com/Maddog 229)

Pihak Royale Durian mengklaim, "Perlu kami sampaikan bahwa komitmen kami untuk membantu petani durian, menyejahterakan warga sekitar adalah motto yang kami pertahankan selama ini. Mengenai 'pak kan' akan kami proses hari ini, dan apa yang terjadi di lapangan akan selesai kurang dari 24 jam, mengenai pembersihan dan pemindahan (sampah kulit durian) ke tempat semestinya."

"Kami mohon maaf apablia terjadi kegaduhan. Ini murni kesalahan dari perwakilan warga yang bernama 'pak kan' yang tidak bertanggung jawab, pengin hemat, serta bawa-bawa nama owner sebagai tameng untuk membenarkan perlakuannya yang tidak bagus. Kami akan berantas okum warga yang nakal. Sekian," tutupnya.

Liputan6.com sudah menghubungi Royal Durian untuk meminta keterangan lebih lanjut. Lewat sambungan telepon, Selasa (28/12/2021), perwakilan pihaknya yang tidak mau menyebutkan nama, mengatakan, "Masih belum bisa mengabari (bagaimana membenahi sampah kulit durian dalam 24 jam). Akan ada update dari kejadian tersebut, ditunggu saja update-nya."

Namun demikian, ia tidak menyebutkan jelas kapan pembaruan itu bisa diinformasikan. Pun tidak menjelaskan bagaimana penanganan sampah kulit durian tersebut dalam konteks "yang semestinya" dalam kurun waktu 24 jam seperti yang dijanjikan.

Infografis 7 Penyebab Sampah Makanan

Infografis 7 Penyebab Sampah Makanan. (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis 7 Penyebab Sampah Makanan. (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel