Usaha Pempek Gagal, Wanita Lulusan SMK di Palembang Larikan Rp1,2 M Uang Investor

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang wanita, RGM (24), ditangkap polisi karena diduga menggelapkan uang sebesar Rp1,2 miliar dalam investasi dagang pempek, pecel lele, dan salon. Sempat kabur ke Jakarta, dia diringkus di rumahnya di Kelurahan 7 Ulu, Seberang Ulu I, Palembang, saat pulang kampung karena karena rindu orang tua.

RGM diduga membawa kabur uang ratusan investor. Kasus yang menjeratnya berawal dari usaha pempek, pecel lele, dan salon. Dia menawarkan investasinya menggunakan media sosial dan menggaet seorang admin untuk operasional.

Pada Mei 2021, investor mulai berdatangan dan berinvestasi kepada tersangka Mereka diiming-imingi keuntungan 20 persen per dua pekan.

Namun, ternyata usaha itu tertekan pada November 2021. Wanita lulusan SMK itu tak mampu lagi membagi-bagi hasil usaha kepada para investor.

Cari Pekerjaan di Jakarta

Kesal dikejar para korbannya, tersangka kabur ke Jakarta dan berusaha mencari pekerjaan. Menjelang Idulfitri, RGM pulang ke Palembang karena kangen dengan keluarga.

Tersangka RGM mengaku awalnya tak punya niat menggelapkan uang investor. Dia kesulitan menutupi operasional beragam usaha sehingga menggunakan uang yang mestinya hak penanam modal.

"Tadinya lancar saja, tapi karena pemasukan menurun, saya tidak bisa penuhi janji saya," ungkap tersangka RGM di Mapolda Sumsel, Kamis (19/5).

Tersangka juga mengakui sebagian uang investor digunakan untuk keperluan pribadi, seperti jalan-jalan dan membeli pakaian. Dia tidak menduga usahanya bakal bangkrut ketika investor sedang ramai.

"Saya ke Jakarta mau cari kerja biar bisa nyicil melunasi uang investor. Tapi saya lama nganggur, otomatis uang simpanan dan investasi terpakai," kata dia.

Terancam 4 Tahun Penjara

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Agus Prihandinika mengatakan, tersangka menjalankan bisnisnya dengan modus jualan pemprek dan lainnya. Dia menggunakan seorang staf untuk mempromosikan di media sosial.

"Awalnya seorang korban melapor karena kehilangan uang hingga setengah miliar dan hasil usaha tak pernah diberikan," kata Agus Kamis (19/5).

Dari pengumpulan data, setidaknya seratusan orang menjadi korban dengan jumlah investasi bervariasi. Tersangka berdalih tak mampu lagi membayar dan siap diproses secara hukum.

"Barang bukti sudah kami amankan dan dijerat pasal penipuan dan penggelapan dengan ancaman empat tahun penjara," pungkasnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel