Usaha pertanian dinilai menjanjikan bagi milenial

Budi Suyanto

Usaha di sektor pertanian dinilai memiliki prospek yang menjanjikan bagi generasi muda atau yang biasa disebut kaum milenial terlebih lagi pemerintah manargetkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045.

Hal itu mengemuka dalam Talkshow with Milea (Milenial & Agripreneur) bertema "Peluang Bisnis Generasi Milenial pada Sektor Agribisnis" yang digelar Kementerian Pertanian di Kampus Binus University, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa.

Kabiro Humas dan Informasi Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri menyatakan, target pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045 seperti yang dicita-citakan Presiden Joko Widodo sulit terwujud jika pertanian dan agribisnis tidak lagi dilirik sebagai pekerjaan menjanjikan oleh generasi milenial.

Satu-satunya jalan untuk mengatasi hal ini, lanjutnya, adalah dengan mengajak kaum milenial turut aktif di sektor pertanian.

Baca juga: Perhepi: petani milenial dibutuhkan untuk transformasi pertanian

"Kalau dibilang pertanian itu bukan pekerjaan menjanjikan bagi milenial, justru terbalik. Sektor pertanian kita cukup baik. Kita lihat dari neraca perdagangan yang positif dengan kontribusi besar dari sektor pertanian," katanya.

Terkait hal itu, lanjutnya, untuk meningkatkan produksi pertanian, Kementerian Pertanian kini mengembangkan pusat data berbasis teknologi, Agriculture War Room, yang akan menyajikan single data mengenai lahan dan produksi serta melakukan kontrol terhadap pembangunan pertanian.

"Pertanian sekarang bukanlah sektor yang dianggap rendah tetapi sektor yang menjanjikan," katanya dalam kegiatan yang digelar bersama Warta Ekonomi.

Menurut data Badan Pusat Statistik, petani di Indonesia 65 persennya berusia di atas 45 tahun, sedangkan petani yang menggunakan internet sebanyak 15,2 persen.

Baca juga: Kementan dorong kaum milenial semangat bertani

"Padahal pengguna internet dan pengguna gadget kita termasuk yang terbesar. Untuk itulah kita ingin milenial menjadi pengusaha di bidang pertanian dengan memanfaatkan teknologi ini," kata CEO & Chief Editor Warta Ekonomi, Muhammad Ihsan.

Menurut dia, 15 tahun ke depan, 34 persen penduduk Indonesia adalah generasi milenial yang identik dengan generasi digital.

Kalangan milenial, tambahnya, dapat aktif berperan mempertahankan industri pertanian dengan memanfaatkan peluang bisnis yang dikombinasikan dengan teknologi yang berkembang saat ini.