Usai Berdamai dengan UEA, Israel Gempur Gaza

Febrika Indirawati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Ketegangan antara Hamas dengan militer Israel terus berlanjut. Israel menyerang Hamas yang berada di jalur perbatasan Gaza selama tiga hari berturut-turut.

Pembalasan ini dilakukan Israel karena mereka telah menyebabkan 100 kebakaran yang sebelumnya tercatat 60 kasus kebakaran.

Serangan ketiga diluncurkan hanya beberapa jam setelah israel dan Uni Emirat Arab setuju untuk menormalisasi hubungan dalam kesepakatan penting yang ditengahi Amerika.

Tapi perjanjian itu ditolak keras oleh Palestina dan menyebutnya sebagai pengkhianatan atas perjuangan mereka, termasuk klaim mereka atas Yerusalem sebagai ibu kota negara mereka di masa yang akan datang.

"Selama seminggu terakhir, balon peledak dan pembakaran telah diluncurkan dari Jalur Gaza ke wilayah Israel," terang IDF dalam siaran resmi yang dikutip VIVA Militer Jumat 14 Agustus 2020.

VIVA Militer: Kebakaran di Israel yang Disebabkan Balon Peledak
VIVA Militer: Kebakaran di Israel yang Disebabkan Balon Peledak

Pasukan Pertahanan Israel mengatakan pada serangan pertama, mereka tidak meluncurkan rudal tetapi meninggalkan rudal itu di dalam kompleks sekolah yang di bawah perlindungan PBB. Tapi kejadian itu tidak memakan korban jiwa karena rudal tidak meledak.

Kemudian pada serangan yang kedua, IDF menyerang pos pertahanan udara, pos pengamatan, dan infrastruktur bawah tanah milik Hamas. Untuk menyerang properti Hamas, IDF meluncurkan jet tempur, helikopter serang, dan tank.

Israel yang merasa kesal karena peluncuran balon-balon yang menyebabkan kebakaran, membuatnya mengirim pesan ke Qatar bahwa Israel tidak akan mengizinkan bantuan bulanan berupa uang sejumlah 30 juta Dolar Amerika ke Gaza jika mereka tidak menghentikan serangan balon pembakar.

Seorang analisis Palestina mengatakan bahwa serangan balon pembakar dari Gaza sebenarnya bertujuan untuk menekan Israel agar memberi lampu hijau. Sehingga Qatar dapat mentransfer bantuan keuangan itu.

Kelompok teror Hamas yang berada di jalur Gaza mengancam akan terus melakukan serangan-serangan jika masih ada penundaan bantuan uang dari Qatar.

Baca: Militer Amerika Buat Robot Pintar Hanya untuk Dilempar-lempar