Usai Berdamai, Keluarga Besar Keraton Surakarta Diundang Gibran Makan Siang

Merdeka.com - Merdeka.com - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyambut baik pertemuan damai keluarga Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Selasa (3/1) sore. Jika perdamaian terwujud, revitalisasi keraton bisa segera dilakukan.

Sebagai langkah awal, Gibran pun mengundang keluarga besar Keraton Surakarta ke rumah dinas Loji Gandrung, Rabu (4/1). Selain keluarga keraton yang beberapa tahun berkonflik, ia juga mengajak awak media untuk bergabung menikmati makan siang.

"Teman-teman media besok saya undang untuk makan siang bersama keluarga besar Keraton Kasunanan di Solo," ujar Gibran melalui pesan WhatsApp.

Gibran juga mengunggah foto kebersamaan keluarga keraton usai pertemuan antara Raja Surakarta Sri Susuhunan Paku Buwono XIII dengan Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) GKR Wandansari alias Gusti Moeng.

Pada foto tersebut PB XIII yang duduk mengenakan blangkon dan kemeja putih, didampingi istri permaisuri du sisi kiri dan Gusti Moeng. Sementara di belakangnya berdiri Putra Mahkota KGPAA Suryo Aryo Mustiko atau KGPAA Purbaya dan KRAY Herniatie Sriana Munasari.

"Besok di Loji (rumah dinas Wali Kota Solo Loji Gandrung). Yang mau request silahkan, mumpung awal tahun," katanya.

Kabar mengejutkan datang dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Selasa (3/1). Kedua kubu yang berseteru tiba-tiba bertemu di Sasana Narendra.

Ketua LDA GKR Wandansari yang mengaku sudah 10 tahun tidak bisa bertemu PB XIII, tiba-tiba diperkenankan sowan. Keduanya pun sepakat untuk berdamai demi menyelamatkan keraton peninggalan dinasti Mataram Islam.

"Suasananya haru, sinuhun tadi nangis, terus saya elus-elus. Saya minta beliau tidak berprasangka buruk sama saya," kata Moeng saat ditemui di Kamandungan.

Selain meminta maaf, Gusti Moeng mengaku juga melakukan sembah sungkem. Istri KP Eddy Wirabhumi itu juga meminta izin agar bisa kembali masuk ke dalam keraton untuk bekerja.

"Kalau dianggap salah saya nyuwun pangapunten (minta maaf). Semua ini harus disudahi, yang utama adalah menjalankan keinginan Sinuhun PB XII supaya keraton bisa lestari," katanya.

Ia juga mengajak semua pihak agar melupakan masalah yang sudah terjadi. "Tadi saya matur juga, pokoknya tidak usah ngomong soal masalah kemarin lagi," katanya. [eko]