Usai Bom Makassar, Pengamanan Gereja dan Pelabuhan di Jambi Diperketat

Bayu Nugraha, Syarifuddin Nasution (Jambi)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Paska ledakan bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, jajaran Polres Tanjung Jabung Barat Jambi perketat keamanan Gereja dan Pelabuhan penyebarangan laut.

Kapolres Tanjabbar Jambi, AKBP Guntur Saputro mengatakan, pihaknya langsung melaksanakan peningkatakan keamanan, karena setiap beribadah di gereja yang dilakukan setiap minggu pagi sudah dilakukan pengamanan reguler.

"Atas kejadian bom bunuh diri di Makassar, kita meningkatkan keamanan lagi dengan melakukan imbauan, patroli dan kemudian melakukan keamanan sterilisasi baik gereja sedang melakukan peribadatan, serta mengimbau kepada jemaat, Tidak membawa barang-barang tidak terlalu penting selain Alkitab," ujarnya, Minggu, 28 Maret 2021.

Guntur menyebutkan, pihak Polri dan TNI mengimbau kepada pihak gereja untuk bersinergi dengan aparat maupun warga sekitar untuk melakukan pengamanan dan membuat alat sistem di gereja.

"Kita ada 55 gereja dan 7 rumah ibadah dan kita telah melakukan pengamanan menyeluruh," jelasnya.

Selain gereja, kata dia, pihaknya juga melakukan pengamanan dan pemeriksaan di wilayah jalur laut serta Pelabuhan Laskap Tanjabbar dan area penyebrangan. Selain itu juga melakukan pengamanan mako Polri, baik Polres maupun Polsek.

"Jumlah anggota yang kita turunkan jumlahnya mencapai 110 personel terdiri dari setiap gereja melekat dan tidak semua gereja melakukan misa pagi, jadi saat steril kemananan, ada 30 gereja melakukan misa pagi, Selain melekat pakai sistem dan pakai rompi anti peluru," katanya.

Ia menjelaskan, pengamanan ekstra yang dilakukan Polri dan TNI untuk memberikan kenyamanan bagi umat Kristiani yang melakukan ibadah. Ia pun meminta masyarakat tidak khawatir dan tidak ketakutan, akan tetapi tetap harus waspada.

"Atas kejadian bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulsel harus dijadikan pelajaran, agar lebih meningkatkan kewaspadaan dan lebih peduli terhadap lingkungan, serta ada informasi orang asing yang mencurigakan dan tidak dikenal agar segera melapor kepihak berwajib," katanya.

Baca juga: Korban Bom di Gereja Katedral Makassar Bertambah Jadi 20 Orang