Usai Curhatan Sopir ke Jokowi, 49 Preman di Tanjung Priok Dibekuk

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian RI Inspektur Jenderal Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, total 49 preman yang biasa memalak sopir-sopir truk kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, diringkus. Ia memastikan preman-preman di daerah lain di Indonesia juga akan ditindak.

Argo menjelaskan, Polri bergerak setelah Presiden Jokowi datang ke Pelabuhan Tanjung Priok dan berdialog dengan pekerja di sana pada Kamis kemarin. Para sopir truk di sana mengaku diperas dan dipungli. "Pak Presiden kemudian langsung menghubungi Kapolri," katanya di Markas Polda Jatim di Surabaya, Jumat, 11 Juni 2021.

Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya langsung bergerak dan meringkus 49 orang, kebanyakan berkegiatan di Pelabuhan Tanjung Priok, yang diduga kerap melakukan pemerasan dan pungli. "Dari 49 ini ada juga yang terjadi di Polsek Cilincing, Polsek lain dan juga di pelabuhan," ujar Argo.

Berdasarkan keterangan para korban, para sopir dipungli di setiap titik proses pengangkutan barang hingga ke pelabuhan. Nominal pungli bervariasi, dari Rp2 ribu hingga Rp20 ribu per unit. "Sopir saat dia masuk ke PT mengantarkan barang, kemudian saat disurvei dikutip (diminta tip), kemudian saat menurunkan kontainer dikutip, saat mencuci mobil dikutip, saat keluar dikutip juga," tandas Argo.

Mantan Kabid Humas Polda Jatim itu menegaskan, Polri memberikan perhatian serius atas aksi yang meresahkan masyarakat itu. Argo juga menegaskan operasi premanisme akan dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya dalam momentum tertentu. "Tentunya ini bagian dari tugas pokok Polri," tandasnya.

Argo juga menuturkan bahwa operasi premanisme tidak hanya akan dilakukan di pelabuhan-pelabuhan, namun juga di tempat-tempat lain yang ditengarai terjadi tindakan pemerasan dan pungli. Selain di Jakarta, operasi premanisme juga akan dilakukan di seluruh daerah di Indonesia. "Suratnya ke Kapolda-Kapolda segera dikirim," katanya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi bertemu sejumlah sopir kontainer untuk mendengar langsung keluhan yang mereka alami, terutama soal pungli.

Sopir bernama Agung Kurniawan (38) warga asal Ngawi mengadukan kepada Presiden tentang maraknya pungli menimpa di depo pelabuhan.

Depo adalah tempat meletakkan kontainer yang sudah dipakai atau mengambil kontainer yang akan dipakai shipping line. Hal itu dikonfirmasi pula oleh rekan Agung bernama Abdul Hakim.

Abdul mengatakan kemacetan menambah leluasa pergerakan para preman tersebut dalam menjalankan aksinya memalak supir kontainer.

Mendengar keluhan itu, Presiden Jokowi langsung menelpon Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar masalah itu segera dituntaskan.

Baca juga: Palak Sopir Kontainer, 7 Operator Crane JICT Tanjung Priok Dicokok