Usai Dari Bandung, Panglima TNI Gelar Rapat Pencegahan COVID di Kediri

·Bacaan 2 menit

VIVA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto terus bergerak memastikan serbuan vaksinasi COVID-19 menjamah seluruh masyarakat Indonesia.

Setelah pagi tadi meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Bandung, Jawa Barat, orang nomor satu di lingkungan TNI itu langsung terbang ke Kediri, Jawa Timur.

Di Kediri, Panglima TNI bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Ganip Warsito menggelar rapat terbatas penanggulangan COVID-19 di Jawa Timur.

Dalam rapat terbatas yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, serta para petinggi TNI dan Polri itu, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyatakan, bahwa serbuan vaksinasi COVID-19 yang dilakukan oleh pemerintah dengan melibatkan tenaga vaksinator TNI dan Polri harus berjalan dengan cepat. Hal itu dilakukan guna mempercepat pencapaian Herd Immunity bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Panglima TNI juga menekankan kepada prajurit TNI dan Polri di daerah untuk tetap bekerja semaksimal mungkin guna memastikan masyarakat agar menjalankan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Panglima, protokol kesehatan merupakan kebutuhan yang harus dilakukan guna menekan angka COVID-19 di tengah masyarakat.

“Untuk menghindari penyebaran COVID-19 di tengah masyarakat diharapkan 3T atau Testing, Tracing, dan Treatment harus dilaksanakan secara konsisten, agar menghindari kasus-kasus baru terutama yang berasal dari luar Kediri,” kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Convention Hall Kediri, Kamis, 10 Juni 2021.

Selain itu, Panglima TNI menegaskan, strategi pengendalian kasus dengan mengoptimalkan fungsi PPKM Mikro harus terus dilaksanakan pada akar rumput. Dengan kata lain, pemantauan kasus aktif, pemantauan angka kematian, pemantauan angka kesembuhan, dan angka isolasi harus dilakukan secara real time.

“Pastikan ketersedian tempat tidur rumah sakit untuk merawat pasien, kemudian kesiapan tenaga kesehatan, alat kesehatan yang dibutuhkan, obat-obatan dan pelaksanaan isolasi mandiri,” ujarnya.

Usai rapat terbatas, Panglima TNI beserta rombongan langsung meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 yang diikuti oleh 2000 peserta vaksin untuk lansia dan gabungan masyarakat dari beberapa wilayah di Kediri.

Serbuan vaksinasi COVID-19 itu dilakukan di Simpang Lima Gumul, Kediri dengan jumlah 500 peserta penerima vaksin dan 1500 orang lainnya tersebar di 26 Kecamatan di Kabupaten Kediri.

“Ingat, setelah divaksin bukan berarti kebal terhadap COVID-19, tetap harus laksanakan disiplin protokol kesehatan,” kata Panglima TNI mengingatkan para penerima vaksin COVID-19.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel