Usai Dievakuasi, Atlet Paralimpiade Afghanistan Tiba di Tokyo untuk Bertanding

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Atlet Paralimpiade Afghanistan telah tiba dengan selamat di Tokyo, setelah dievakuasi dari negara itu.

Zakia Khudadadi dan Hossain Rasouli telah ditetapkan untuk bersaing di Paralimpiade Tokyo. Mereka termasuk di antara ribuan orang yang tidak dapat meninggalkan negara itu setelah Taliban merebut kekuasaan.

"Kami tidak pernah putus asa," kata presiden Komite Paralimpik Internasional (IPC) Andrew Parsons.

"Kami selalu tahu ada kemungkinan kecil kedua atlet dapat berpartisipasi di Tokyo 2020, itulah sebabnya bendera Afghanistan diarak pada upacara pembukaan hari Selasa kemarin."

Bendera Afghanistan dipegang oleh seorang sukarelawan pada upacara pembukaan, walaupun tanpa atlet di belakangnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Perjuangan Menuju Jepang

Para atlet berkumpul di stadion saat upacara pembukaan Paralimpiade Tokyo 2020 di Olympic Stadium, Tokyo, Selasa (24/8/2021) Bendera Afghanistan dikibarkan dalam defile tanpa kehadiran satu pun atletnya menyusul kondisi negaranya pasca dikuasai oleh Taliban. (AP Photo/Eugene Hoshiko)
Para atlet berkumpul di stadion saat upacara pembukaan Paralimpiade Tokyo 2020 di Olympic Stadium, Tokyo, Selasa (24/8/2021) Bendera Afghanistan dikibarkan dalam defile tanpa kehadiran satu pun atletnya menyusul kondisi negaranya pasca dikuasai oleh Taliban. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Pada Rabu (25/8/2021), IPC mengatakan pasangan itu berada di tempat yang aman. Parsons telah mengungkapkan bahwa mereka menghabiskan satu minggu di Prancis di Institut Nasional Keahlian dan Kinerja Olahraga, pusat pelatihan kinerja tinggi kementerian olahraga Prancis, dalam perjalanan ke Jepang.

"Dua belas hari yang lalu kami diberitahu bahwa Tim Paralimpiade Afghanistan tidak dapat melakukan perjalanan ke Tokyo, sebuah langkah yang menghancurkan hati semua yang terlibat dalam Gerakan Paralimpiade dan membuat kedua atlet hancur," kata Parsons.

"Pengumuman itu memulai operasi global besar yang mengarah pada evakuasi aman mereka dari Afghanistan, pemulihan mereka oleh Prancis, dan sekarang kedatangan mereka dengan selamat di Tokyo.

"Prioritas nomor satu kami adalah dan akan selalu menjadi kesehatan dan kesejahteraan kedua atlet."

"Sepanjang dan ke depan hal yang paling penting adalah kesejahteraan fisik dan mental Zakia dan Hossain. Mereka akan mendapat dukungan penuh dari keluarga Paralimpiade saat bersama kami," tambah ketua Dewan Atlet IPC Chelsey Gotell.

Khudadadi (23) akan menjadi wanita pertama yang mewakili Afghanistan di Paralimpiade.

Dia bertanding di kategori berat K44 -49kg putri, sementara Rasouli akan bertanding di nomor seri atletik 400m T47 putra.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel