Usai Diperiksa, Maharani Tinggalkan KPK Bak Super Model

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Maharani Suciyono, saksi kasus dugaan korupsi impor daging di Kementerian Pertanian RI merampungkan pemeriksaannya hari ini Rabu (6/3/2013) siang.

Sayangnya, dia enggan berkomentar lebih terkait pemeriksaannya hari.

Pantauan Tribunnews, Maharani merampungkan pemeriksaan sekitar pukul 13.20 WIB. Mengenakan baju lengan panjang dan celana jeans hitam, Maharani melenggang bak seorang model saat keluar dari lobi markas Abraham Samad Cs.

Maharani enggan meladeni pertanyaan awak media saat disinggung seputar pemeriksaannya hari ini. Dengan Rambut terurai sembari menjinjing tas warna coklat, Maharani keluar gedung KPK dengan dikawal seorang pria yang diduga orang tuanya dan sejumlah petugas keamanan KPK dan beberapa petugas kepolisian.

Kehadiran Maharani di gedung KPK membetot perhatian awak media terutama juru foto dan vidieo yang telah menunggu dirinya sejak pagi. Maharani akhirnya pergi meninggalkan gedung KPK dengan menumpang taksi Blue Bird.

"Sory sory sory," kata Maharani sebelum memasuki Taksi.

Sebelumnnya, KPK memeriksa seorang mahasiswi bernama Maharani Suciyono sebagai saksi untuk kasus suap impor daging di Kementrian Pertanian RI, hari ini Rabu (6/3/2013).
Selain Maharani, KPK juga menjadwlkan pemeriksaan terhadap saksi lainnya yakni, Ridwan hakim (swasta), Yova Deva Koswelly (swasta), Hedwig Andry Lesmana (swasta), Ahmad fathanah (swasta), Abdi Arya Effendi (swasta).

"Mereka diperiksa sebagai saksi," kata Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha saat di kantornya, Jakarta.

Maharani Suciono merupakan perempuan muda yang turut diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan kasus dugaan suap impor daging di hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa malam (29/1/2013) lalu.

Tapi kasus ini, KPK telah menetapkan empat tersangka, yaitu mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dan koleganya Ahmad Fathonah selaku penerima. Dua orang direksi PT Indoguna Utama, Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi selaku pemberi.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.