Usai Diterpa Isu Jual Beli Darah, Pengurus PMI Banda Aceh Dibekukan

Merdeka.com - Merdeka.com - Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh masa bakti 2021-2026 yang dipimpin Dedi Sumardi, dibekukan oleh Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla. Ketua PMI Aceh Murdani Yusuf, mengatakan keputusan itu berdasarkan persetujuan Ketua PMI Pusat melalui surat Nomor: 347/ORG/VI/2022, tanggal 21 Juni 2022.

"Kami hanya melaksanakan amanah konstitusi organisasi," kata Murdani, Senin (27/6).

Dia menyebut, pembekuan pengurus akibat pelanggaran konstitusi organisasi yang dilakukan pengurus PMI Banda Aceh di antaranya; Ketua PMI Banda Aceh tidak melaksanakan rapat pleno pengurus selayaknya sebuah organisasi dalam pengambilan keputusan atau melanggar Anggaran Dasar pasal 40 ayat 2.

Kemudian, Ketua PMI Banda Aceh tidak melaksanakan konsultasi kepada pengurus PMI Provinsi Aceh dalam mengangkat kepala unit donor darah atau pelanggaran Peraturan Organisasi (PO) 03 Pasal 20 Ayat 1.

Usai dibekukan, PMI Pusat menunjuk Edwar M Nur sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PMI Banda Aceh, didampingi wakil Ketua T Ibrahim dan anggota A. Haeqal Asri.

"Ketiga nama ini ditugaskan untuk menjalankan organisasi dengan baik dan ditugaskan melaksanakan Musyawarah Luar Biasa paling telat tiga bulan setelah keputusan itu ditetapkan," ujarnya.

Sebelumnya, pada Mei 2022 PMI Banda Aceh diterpa isu dugaan pengiriman ratusan kantong darah secara diam-diam ke Tangerang, Provinsi Banten.

Menurut Dedi Sumardi pengiriman itu legal dan sesuai aturan. Hasil audit PMI Pusat pun juga menguatkan pengakuan Dedi. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel