Usai Divaksi Covid-19, Pedagang Harap Bisnis Kembali Menggeliat

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo), Ikhsan Ingratubun mengapresiasi Kementerian Kesehatan atas program vaksinasi Covid-19 tahap kedua yang turut menyasar pedagang pasar. Mengingat vaksinasi sendiri sangat dinantikan oleh pedagang pasar yang juga termasuk kelompok UMKM.

"Kita mengapresiasi ya, sangat mengapresiasi program pemerintah terutama dari Kemenkes untuk melakukan vaksinasi kepada pedagang pasar UMKM. Dan ini yang memang kita tunggu-tunggu," terangnya dalam acara Dialog Produktif Rabu Utama, Vaksinasi Menyasar Pedagang Pasar, Rabu (17/2).

Ikhsan bilang, dampak pandemi Covid-19 selama satu tahun terakhir ini tidak hanya memukul ekonomi nasional. Akan tetapi, juga penyebaran virus mematikan asal China itu telah memukul parah bisnis UMKM, termasuk pedagang pasar.

"Mohon izin, bahwa dampak Covid-19 terhadap perekonomian bangsa ini memang terdampak besar. Juga dengan kepada pedang pasar atau pedagang pedagang mikro," paparnya.

Maka dari itu, dia berharap melalui program vaksinasi tahap dua ini bisnis UMKM domestik dapat segera menggeliat kembali. Menyusul adanya kekebalan kondisi imun tubuh pelaku usaha maupun masyarakat setelah di suntik vaksin Covid-19.

"Karena pedagang pasar paling sering interaktif atau paling mudah menularkan Covid-19, dengan vaksinasi kita senang saja," tutupnya.

Vaksinasi Covid-19 di Pasar Tanah Abang Berjalan Tertib, Ini Rahasianya

Pedagang menjalani penapisan kesehatan saat vaksinasi COVID-19 di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu (17/2/2021). Total sasaran vaksinasi tahap kedua ini mencapai 38.513.446 yang terdiri dari 21 juta lebih lansia, dan hampir 17 juta untuk pekerja pelayanan publik. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Pedagang menjalani penapisan kesehatan saat vaksinasi COVID-19 di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu (17/2/2021). Total sasaran vaksinasi tahap kedua ini mencapai 38.513.446 yang terdiri dari 21 juta lebih lansia, dan hampir 17 juta untuk pekerja pelayanan publik. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Plt Kepala Badan PPSDM Kesehatan dari Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu, buka suara ungkap penyebab tertibnya pelaksanaan proses vaksinasi di pasar Tanah Abang pada Rabu pagi (17/2). Menurutnya, ini tak lepas dari skema memberlakukan screening di awal sebelum vaksinasi.

"Salah satu yang mempercepat dan tidak terjadi penumpukan vaksinasi ketika kita melakukan proses screening di awal, seperti benar kita lakukan di Surabaya, Manado, dan tadi di pedagang pasar (Tanah Abang). Ternyata memang tertib," ujar dia dalam acara Dialog Produktif Rabu Utama, Vaksinasi Menyasar Pedagang Pasar, Rabu (17/2).

Dia mengungkapkan, pihaknya memang sengaja memberlakukan proses screening jauh sebelum proses vaksinasi dimulai. Sehingga setiap orang yang hadir dipastikan dalam kondisi siap untuk disuntik vaksin Covid-19.

"Jadi, yang sebelum datang ke tempat vaksinasi itu mereka saat screening itu juga sudah dibekali dengan kupon dan dia tahu kapan datang termasuk jam nya," ucapnya.

Selain itu, proses screening di awal juga dimaksudkan untuk mengantisipasi adanya calon penerima vaksin berstatus komorbid. Walhasil, durasi proses vaksinasi bisa menjadi lebih efisien.

"Jadi yang komorbid itu, misalnya masih ada hipertensi di atas 180/110 yang dulunya 140/90 sekarang kita naikkan, dan kalau memang ada kita suruh minum obat dulu. Sehingga saat kontrol (sehat) sudah bisa di vaksin," terangnya.

Oleh karena itu, dia memastikan Presiden Jokowi turut merasa senang atas ketertiban pelaksanaan vaksinasi perdana di Pasar Tanah Abang pada pagi tadi.

"Pak Presiden juga senang melihat pelaksanaan ini manajemennya sangat baik sekali. Kenapa? karena teratur gitu," girangnya.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

Tahap Awal, Vaksinasi Covid-19 Sasar 115 Pasar di Jabodetabek

Pedagang saat antre untuk menjalani vaksinasi COVID-19 di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu (17/2/2021). Vaksinasi COVID-19 tahap kedua yang diberikan untuk pekerja publik dan lansia itu dimulai dari pedagang Pasar Tanah Abang di blok A, B, F, dan G. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Pedagang saat antre untuk menjalani vaksinasi COVID-19 di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu (17/2/2021). Vaksinasi COVID-19 tahap kedua yang diberikan untuk pekerja publik dan lansia itu dimulai dari pedagang Pasar Tanah Abang di blok A, B, F, dan G. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Vaksinasi Covid-19 di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, akan menjadi contoh penerapan vaksinasi di provinsi lain. Pemerintah pun secara bertahap akan memberikan vaksin kepada para pedagang di seluruh pasar di Jabodetabek.

"Sesudah melihat ini, kita nanti akan masuk ke semua pasar di Jakarta secara bertahap, dan saat ini ada sekitar 115 pasar di Jabodetabek. Ini akan menjadi model untuk provinsi-provinsi lain," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, pada Rabu (17/2/2021).

Untuk proses vaksinasi di Tanah Abang akan dilakukan selama 5 hari. Berdasarkan data yang diterima, sudah ada 9.700 pedagang Pasar Tanah Abang yang mendaftar untuk menerima vaksin.

"Kita akan buka selama lima hari, dan kita terbuka kalau ada pedagang beroperasi di sini, maka silahkan mendaftar. Dari data awal ada 55 ribu, tapi kita juga tidak tahu berapa banyak yang sebenarnya ada," jelas Budi.

Penyuntikan vaksin pada hari ini dilaksanakan di dua titik. Pertama di lantai 8 blok A Pasar Tanah Abang untuk para pedagang. Lokasi kedua di lantai 12 blok A untuk para pegawai PD Pasar Jaya.

Target vaksinasi pada hari ini sekitar 1.500 peserta.

Proses vaksinasi pada hari ini terdiri dari empat alur, yaitu pendaftaran ulang, screening, vaksinasi, dan observasi. Peserta vaksin tidak boleh langsung pulang, karena harus ada observasi agar petugas kesehatan bisa tahu apa yang mereka rasakan setelah divaksin.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: