Usai Geledah Rumah Ketua DPRD Sulsel, KPK Periksa 12 Saksi Kasus Suap Pegawai BPK

Merdeka.com - Merdeka.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan terhadap 12 saksi kasus suap terhadap pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dari 12 orang diperiksa, dua orang di antaranya adalah anggota DPRD Sulsel.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri mengatakan hari ini pihaknya menjadwalkan pemeriksaan 12 saksi terkait Laporan Keuangan Pemprov Sulsel Tahun Anggaran 2020 pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) untuk tersangka Edy Rahmat. Ali mengaku pemeriksaan dilakukan di Mako Sat Brimob Polda Sulsel.

"Dua belas orang diperiksa ada dari wiraswasta, PNS, pimpinan DPRD Sulsel, pegawai BPK RI perwakilan Sulsel," kata dia melalui keterangan tertulisnya, Kamis (3/11).

Adapun 12 orang diperiksa yakni Arfa Anwar (Wiraswasta), Winarti (PNS), Darusman Idham (PNS), Petrus Yalim (Wiraswasta), Darmawangsa Muin (Pimpinan DPRD Sulsel),
Muzayyin Arif (Pimpinan DPRD Sulsel), Andi Sudirman alias Karaeng Kodeng (Wiraswasta). Selain itu, Kasbi Suriansyah (Wiraswasta), Ayub Ali (Pensiunan PNS), Fitri Zainuddin (PNS), Julita Rendi P (PNS Dinas PUTR Sulsel), dan M. Gilang Permata (PNS BPK Perwakilan Sulsel).

Sementara terkait penggeledahan di rumah pribadi Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari, Ali Fikri mengamankan sejumlah dokumen yang diduga terkait pelaksanaan anggaran di Pemprov Sulsel.

"Analisis dan penyitaan atas bukti-bukti dimaksud segera dilakukan untuk melengkapi berkas perkara penyidikan perkara ini," kata dia.

Sementara Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari membenarkan rumahnya sudah digeledah oleh penyidik KPK pada Rabu (2/11) kemarin. Politikus Golkar ini mengaku siap kooperatif.

"Memang benar telah dilakukan penggeledahan oleh KPK di rumah pribadi saya. Kita menghargai dan mengikuti bagaimana mekanismenya, karena itu adalah bagian dari prosedur yang telah ditentukan KPK," tuturnya singkat. [cob]